Teknologi Informasi Meningkatkan Daya Tarik Konten

Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Teknologi informasi bagi penggunaannya membawa peluang yang besar untuk seseorang mengembangkan kreativitas di ruang digital.

Bukan hanya sekadar kreativitas namun juga menjadi kreator konten dapat dijadikan sebuah profesi masa kini dan masa yang akan datang.

Seorang kreator konten harus dapat menarik perhatian dari para pengguna digital dan tentu harus memiliki nilai positif dari teknologi.

Dendy Muris, dosen Kaprodi Komunikasi Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR mengatakan, untuk dapat membuat konten yang memiliki daya tarik yang pasti harus memenuhi kebutuhan informasi para warga digital.

Terkadang, beberapa orang senang mendapatkan informasi secara visual atau audio, buatlah konten yang dapat memberikan informasi berguna bagi pengguna internet.

“Hobi yang kita jalani saat ini bisa menjadi sebuah konten yang menarik jika kita dapat mengulasnya lebih dalam,” ucap Dendy Muris.

“Sehingga orang-orang yang memiliki hobi yang sama dengan kita senang dengan konten yang kita buat karena mereka mendapatkan sesuatu yang yang baru yang mungkin selama ini mereka belum tahu,” ujar Dendy Muris saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (12/10/2021) pagi.

Konten juga harus memenuhi kepuasan unsur teknis dan artistik unsur konten di ranah teknologi informasi.

Tidak dapat dipungkiri di YouTube terkadang editing yang bagus itu menarik minat dari para nonton.

Tidak hanya secara visual tetapi audio pun misalnya podcast juga dapat dikemas lebih menarik dengan efek-efek yang dapat membuat seseorang lebih menikmati suara dari podcastet itu sendiri.

Sebuah konten juga diharapkan relevan dengan tren saat ini sehingga menambah jumlah orang-orang yang menonton karena ingin tahu mengenai tren yang sedang berkembang saat ini.

“Selain viral dan sesuai dengan tren saat ini para content Creator pun harus memiliki ide cemerlang sesuatu yang baru yang tidak pasaran di masyarakat,” tambah Dendy Muris.

Apalagi jika idenya itu sama dengan konten kreator lain bisa dipastikan kita akan disebut plagiat.

“Buatlah suatu konten yang berbeda dari yang lain walaupun sedang tren,” ujar Dendy Muris.

Tetapi usahakan kita coba untuk di luar jalur orang-orang yang sedang senang dengan konten sesuatu.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (12/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Ismail Tajiri (ketua RTIK Kabupaten Sukabumi), Virginia Aurelia (Owner divetolive.id), Ronal Tuhatu (Psikolog) dan Benito sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan