Produksi Konten Positif dengan Tanggung Jawab Penuh

produksi konten

Bandung Side, Kota Bandung – Produksi konten positif setelah terjadinya transformasi digital dengan perubahan gaya hidup namun tetap dibutuhkan perlakuan yang profesional sehingga diperlukan sikap dan perilaku yang tepat atau etis untuk menghadapi masing-masing situasi dan kondisi.

Hal tersebut dismpaikan Herman Pasha, trainer pengembangan diri dan pakar etika menjelaskan, sebab di dunia nyata atau di dunia offline kita tidak memiliki standar etika yang baku.

Pada saat kita merasakan gaya hidup baru akibat transformasi digital standar etika juga baru.

Tapi pada prinsipnya sama dengan standar etika di dunia nyata yang dibutuhkan hanya penyesuaian.

“Contohnya pada saat kita sedang di depan laptop atau gawai lainnya kita harus sadar penuh bahwa kita memiliki tujuan yang baik dan positif,” kata Herman Pasha.

“Caranya adalah dengan kita membuat produksi konten positif, membanjiri ruang digital dengan konten yang mampu memberi inspirasi,” ungkap Herman Pasha saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/10/2021) siang.

Para warga digital memproduksi konten di atas kejujuran dan integritas serta bertanggung jawab terhadap apa yang kita ucapkan atau kita tulis.

Di mana kita benar-benar melakukan sikap dan tindakan etis baik dalam berinteraksi melakukan berkomunikasi dengan berbagai macam orang.

Bahkan bukan hanya di negara sendiri saja tetapi di ruang kita itu ada dari negara lain, multikultural yang sangat terasa.

Berbeda latar belakang, bahasa, pendidikan sosial budaya, mau tidak mau kita harus menjaga etika.

“Di samping itu kita juga harus berpartisipasi dan berkolaborasi, berbagi informasi yang baik etis dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Herman Pasha.

Karena pada dasarnya orang yang baik adalah orang yang bermanfaat bagi banyak orang, sambung Herman Pasha.

Jaringan yang sangat luas ini sebenarnya justru akan lebih baik jika kita melakukan hal yang positif Saat kita melakukan komunikasi kita juga harus menjaga citra diri kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (01/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Meylani Fitriani (relawan TIK Jawa Barat), Tim Hendrawan (creative director), Kis Uriel (People Development Coach), dan Shinta Putri sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan