Memanfaatkan Dunia Digital Tentukan Tujuan Membuat Konten

memanfaatkan dunia digital

Bandung Side, Kabupaten Cianjur – Memanfaatkan dunia digital dapat dilakukan menjadi seorang kreator konten, sebuah profesi jika memang serius ingin menjadi sebuah profesi yang menjanjikan.

Tentu saja dapat dilakukan sudah banyak contohnya mereka yang sukses menjadi kreator konten.

Namun tentu tidak mudah untuk mencapai itu harus ada banyak yang dipersiapkan termasuk mengetahui tujuan dan strategi apa yang harus dilakukan.

Novi Hidayati Arsari, dosen yang juga digital content ini menjelaskan, kita harus tahu tujuan dibuatkan konten saat memanfaatkan dunia digital.

Beragam alasan misalnya untuk mencocokkan kemampuan kita dengan media digital untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin, mendapatkan penghasilan, ingin viral, terkenal dan berprestasi.

Tujuan lainnya juga kita ingin dapatkan relasi atau jaringan pertemanan dan tujuan lainnya agar kita bisa produktif meskipun hanya dari rumah saja.

Masing-masing harus memiliki tujuan ini salah satu contoh beberapa konten yang Novi buat.

“Saat itu Saya ingin berprestasi dengan sesuatu yang bermanfaat. Saya membuat konten video mengenai kopi terbaik di dunia,” kata Novi Hidayati Arsari.

Alhamdulillah saya mendapat prestasi menjadi juara di Dinas pariwisata di Kabupaten Bandung Barat, lanjut Novi.

“Jika kita mengejar prestasi buatlah konten yang seperti itu bagaimana bisa mengedukasi para audiens,” tutur Novi Hidayati Arsari saat di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021) pagi.

Contoh lain saat Novi ingin membantu mahasiswanya agar dapat menjadi Duta Genre se-nasional syaratnya membuat video dance.

Akhirnya dia buatkan video tujuannya untuk relasi atau networking, untuk silaturahmi baik dengan mahasiswanya juga untuk prestasi bagi mahasiswa.

Novi juga memiliki podcast bertajuk ‘Remaja’ itu juga untuk menambah relasi karena menghadirkan beberapa generasi muda.

Kemudian ada juga iklan mengenai TV digital bersama Kominfo tentang jingle dan sebagainya, tujuannya untuk menghasilkan pendapatan.

Konten lain yang Novi buat mengenai hobi yang dia sukai tujuannya hanya untuk produktif menghasilkan karya saja.

Dari situ kita bisa mengetahui bahwa tujuan dari membuat konten itu untuk apa atau skill kita itu dapat dikonversi menjadi sesuatu.

“Ketika kita sudah mengetahui tujuan kita akan selangkah demi selangkah mencapai tujuan itu. Dibanding dengan mereka yang tidak memiliki tujuan sama sekali itu akan berbeda,” lanjut Novi Hidayati Arsari.

Lalu kemudian yang harus disiapkan lagi ialah peralatan. Banyak juga yang terpaku dan tidak bisa bergerak karena merasa tidak memiliki peralatan yang cukup canggih padahal.

Padahal, menurut Novi hanya melalui smartphone saja sudah dapat membuat konten. Tentukan peralatan utama kita yakni smartphone.

“Saya memiliki prinsip alat yang paling bagus yang paling baik adalah alat yang kita miliki sendiri bukan yang kita tidak memiliki. Lalu dari sana barulah kita mencari peralatan pendukung dan sebagainya,” tegas Novi.

Kemudian kita harus mengoptimalisasi peralatan dan aplikasi yang tepat. Mengenai aplikasi juga tidak ada standarnya karena ini menyangkut dengan kecakapan seseorang pilihlah aplikasi yang memang kita bisa menguasainya.

Misalnya aplikasi edit video itu ada Adobe video tapi jika tidak menguasai dan lebih nyaman dengan VivaVideo tidak masalah.

Gunakan aplikasi yang lebih mudah menurut diri kita sendiri.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (28/10/2021) ini menghadirkan pembicara, Dian Nurawailah (Founder Maleeha Skincare), Katherine (Owner Organicrush) dan Arya Shani Pradhana (Founder Tekape Workspace), dan Martin Kax sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan