Kompetensi Literasi Digital bagi Guru

kompetensi literasi

Bandung Side, Kabupaten Garut – Kompetensi literasi digital itu sangat penting bagi guru, bagaimana kondisi dan situasi saat ini kita hidup di zaman revolusi industri 4.0 di mana teknologi informasi berkembang.

Dewi Saripah, Ketua MGMP MTS menjelaskan, ada kompetensi literasi digital yang harus dimiliki oleh para guru.

Pertama, pencarian internet, bagaimana kemampuan mencari sesuatu di internet dan segala segala macam aktivitas di dalamnya.

“Di sini sebagai guru harus memiliki kompetensi ini karena banyak sekali strategi, model, pembelajaran atau juga contoh mengenai bahan-bahan materi pembelajaran banyak sekali yang bisa kita temukan di internet,” kata Dewi.

“Akan tetapi disamping kita mencari informasi informasi kita tetap harus bijak memilih dan memilah mana informasi-informasi yang penting,” ungkap Dewi Saripah saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (12/10/2021) siang.

Kedua, kompetensi pandu arah hypertext, kemampuan seseorang untuk mengenali lingkungan digitalnya ke dalam hypertext.

Biasanya ketika kita mencari sebuah informasi, informasi itu akan muncul beragam teks yang dapat kita baca untuk teks tersebut.

Kita cari makna sumber-sumber yang paling terpercaya sumber-sumber yang paling kredibel agar apa yang kita sampaikan di ruang pembelajaran ataupun di masyarakat itu kebenarannya benar-benar terjadi ini

Berikutnya adalah evaluasi informasi atau konten evaluation. Kemampuan bagi seorang mengkonstruksi semua informasi yang ada di dalam di dalam internet.
Analisis siapa penulisnya, kemudian latar belakang penulisannya seperti apa data yang diperolehnya.

“Bagaimana sehingga inilah yang akan membuat kita tidak termakan oleh hoaks. Para guru juga mampu mengingatkan murid-muridnya untuk melakukan hal serupa agar mengurangi penyebaran hoaks,” jelas Dewi Saripah.

Kemampuan dalam berikutnya setelah kita memiliki kemampuan untuk mengevaluasi konten informasi maka akan terbentuk kemampuan penyusunan pengetahuan.

Di sini akan mulai menyaring filter, mengumpulkan informasi-informasi yang kita dapatkan, sampai nanti muncul pengetahuan baru.

Setelah kita mengambil dari berbagai sumber, membandingkannya dan mencari sumber lain sebagai pembanding.

Kemudian setelah muncul pengetahuan, maka akan muncul kompetensi pembagian informasi atau share information.

Setelah kita benar-benar yakin informasi ini penting untuk disebarkan dan sangat bermanfaat untuk disebarkan barulah seorang guru dapat membagi informasi tersebut dengan murid.

Jadi ketika kita mendapatkan sebuah informasi yang baru maka kita harus ingat, bagilah yang penting jangan yang penting membagi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (12/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, dr. Katherine (Praktisi Kesehatan), Dewi Tresnawati (Relawan TIK Indonesia), Chiara Chaisman (Analyst Merchandiser), dan Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan