Bandung Side, Kabupaten Cirebon – Ada empat hal yang menjadi kata kunci dari literasi digital yakni Masyarakat, Pancasila, Budaya dan Digital.
Itu semua saling terkait terkoneksi terintegrasi satu sama lain. Terkait budaya digital yang jadikan Pancasila di era digital membentuk masyarakat yang pancasilais memang perlu secara masif kita sosialisasikan.
Melalui literasi digital yang sering kita anggap sebagai kecakapan menggunakan internet dan media digital.
Abdul Aziz, wakil Dekan IAIN Cirebon mengatakan, masyarakat di era masa kini, dengan mewabahnya digitalisasi menggunakan perangkat digital itu sangat masif. Hal ini untuk aspek bisnis ini sangat luar biasa.
Namun, seiring dengan itu akan membentuk sebuah pola sikap perilaku yang tidak lepas dari budaya.
Dalam konteks kebangsaan dengan percepatan teknologi informasi globalisasi tanpa sekat dan seterusnya.
Pada masyarakat society lebih menekankan pada transformasi teknologi dengan rekayasa digital.
Maka di society 5.0 fokus pada perubahan yang terjadi pada manusia dalam sikap dan pemahamannya.
“Demikian pula bagaimana teknologi didampingi teknologi digitalisasi sebagai pengganti distributor dan promosi untuk menggantikan promotion sales. Itu berarti digitalisasi harus terus didampingi terus oleh kecakapan manusia. itu jika kita berbicara mengenai masyarakat digital,” tutur Abdul Aziz saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Cirebon, Rabu (27/10/2021).
Masyarakat yang berada di era 4.0 dan 5.0 ini harus menyadari saat sedang berada di media sosial jangan menggunakan untuk hal-hal buruk.
Sebab teknologi informasi ini ini sangat dapat dimanfaatkan dan sayang sekali jika hanya untuk bersenang-senang semata bahkan hanya untuk mencari musuh.
Parahnya jika media digital ini dengan segala kecanggihan teknologi informasi hanya digunakan untuk menyebarkan berita hoaks.
Hal seperti itu sudah melanggar dari nilai-nilai Pancasila yang sebenarnya kita anut di kehidupan nyata.
“Misalnya pada ketuhanan yang maha Esa jika seseorang berbuat buruk di dunia digital berarti dia sudah mengingkari ajaran Tuhannya. Ada hal yang harus dilakukan adalah melakukan tabayyun atau klarifikasi sebagai model untuk melaksanakan ajaran Pancasila yang pertama,” jelas Abdul Aziz.
Selanjutnya yang perlu dipahami oleh masyarakat yaitu Pancasila. Di dalamnya ada 5 nilai atau 5 sila yang harus dijiwai pada seluruh aktivitas kegiatan masyarakat.
Harus menjiwai seluruh sektor kehidupan di masyarakat seperti berbisnis, bersosial, berpolitik.
Semua harus inspirasi dari nilai-nilai ideologi Pancasila itu akan memberikan warna yang terbaik bagaimanapun juga sudah teruji ketika menyimpang sedikit dari ideologi Pancasila pasti masyarakat akan bergejolak.
Memaksakan kehendak itu tidak sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila maka ketika Pancasila menjadi ideologi wawasan kebangsaan kita harus difokuskan kepada ideologi Pancasila.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Akhmad Rofahan (Ketua RTIK Kabupaten Cirebon), Aditianata (dosen Universitas Esa Unggul), Chiara Chaisman (Analyst merchandiser), dan Kila Shafia sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***