Ruang Digital Aman Bertransaksi Online Shop

ruang digital aman

Bandung Side, Kabupaten Subang – Ruang digital aman telah menjadi askes utama masyarakat untuk berkomunikasi, mendapat informasi, hiburan, berkreasi, bertransaksi, dan menyimpan data.

Ruang digital ini bersifat terbuka dan bebas karena seluruh aktivitas kita bisa dilihat.

Salah satu platform digital yang hadir dan memudahkan kehidupan manusia ialah e-commerce dan marketplace.

Keduanya ini banyak digunakan untuk bertransaksi dan berbelanja secara online.

Panji Oetomo seorang penggiat literasi digital menjabarkan pasar di ruang digital terdiri atas online shop dan e-commerce.

Pada online shop yang banyak memanfaatkan media sosial ini rawan akan kejahatan karena tidak menggunakan rekening bersama, pada riuang digital aman berproduksi.

Hal ini berbeda dengan marketplace yang menggunakan rekening bersama jadi uang sampai ke tangan seller setelah barang sampai.

“Kita ini banyak ternyata yang merasakan kegagalan saat mengalami transaksi,” kata Panji Oetomo.

“Laporan via patroli siber ada 1.566 kasus dan total kerugiannya mencapai 49,92 miliar,” papar Panji dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) pagi.

Berbelanja di online shop perlu diseleksi terlebih dahulu agar aman, tambah Panji Oetomo

Menurut paparan Panji, tips memeriksanya dilakukan dengan memastikan identitas penjual, periksa testimoni dari pembeli, memeriksa keaslian foto barang.

Bila perlu periksa rekening penjual, minta foto barang terbaru, merekam unboxing barang, serta sebisa mungkin meminta metode pembayaran COD.

Sebelum melakukan transaksi lebih jauh, kita pun perlu mewaspadai penipuan yang terjadi saat belanja, seperti harga terlalu murah, informasi produk sangat minim, akun media sosial yang baru dibuat, dan menolak metode COD.

“Apabila merasa dirugikan dari transaksi digital bisa melakukan pelaporan ke patrolisiber.id. Sebelum melakukan transaksi pun bisa cek di cekrekening.id,” tutur Panji Oetomo.

Hati-hati juga terhadap data mencurigakan yang dikirim online shop, karena berpotensi phishing atau kejahatan lainnya.

Panji Oetomo mengimbau, ketika melakukan transaksi online perlu memeriksa referensi terlebih dahulu secara detail.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) juga menghadirkan pembicara Laura Ajawaila (Psikologi Klinis Dewasa), Andro Hartanto (Co-Founder IOJIN), Oktavian Jasmin (COO of Prosperity Food), dan Yumna Aisyah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan