Memanfaatkan Teknologi Digital untuk Mengenalkan Budaya

memanfaatkan teknologi

Bandung Side, Kabupaten Sumedang – Memanfaatkan Teknologi digital untuk kebudayaan merupakan keseluruhan aktivitas manusia termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan lain.

Indonesia memiliki warisan budaya yang harus dilestarikan agar tidak punah.

Bukan hanya budaya, keindahan alam dan kuliner Indonesia yang beragam juga menjadi kelebihan yang tidak dimiliki bangsa lainnya.

“Cara efektif memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan budaya Indonesia, sangat mudah dilakukan,” kata Shandy Susanto, Dosen Podomoro University saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Kamis, (23/9/2021).

Hal tersebut dilakukan agar penerus bangsa dapat berbagi cerita tentang keunikan yang hanya da di daerah tempat tinggal, tradisi-tradisi yang hanya dilakukan pada hari tertentu.

Kemudian menceritakan dengan tujuan agar teman-teman yang berbeda pulau bahkan berbeda negara dalat mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki setiap daerah di Indonesia.

Ada begitu banyak warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO seperti pencak silat, perahu pinisi, tari Bali, angklung, noken, tari saman, wayang kulit, batik, keris, gamelan, lumpia, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan.

Ruang lingkup budaya pun sebenarnya begitu luas. Namun salah satu aspek yang berkaitan erat dengan kebudayaan adalah kearifan lokal.

Kearifan lokal juga disebut juga sebagai local genius yang berarti sejumlah ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat sebagai sebuah akibat dari pengalaman di masa lalu.

“Sementara menurut penulis Yunus Abidin, kearifan lokal dipahami sebagai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tertentu,” ujar Shandy Susanto.

Budaya tersebut ditempatkan pada suatu lokasi tertentu, tambah Shandy.

“Kearifan lokal bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan dan menciptakan kedamaian pada suatu masyarakat yang meliputi beragam hal, misalnya sistem nilai, kepercayaan, agama, ideologi, maupun etos kerja,” kata Shandy Susanto.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Intan Maharani, COO PosiTivibe, dan Roky Tampubolon, seorang Praktisi Hukum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan