Konten Media Sosial Dapat Dimaksimalkan, ini Tips dan Triknya

konten media sosial

Bandung Side, Kota Bekasi – Konten media sosial saat terjadi perubahan teknologi dapat dimaksimalkan sehingga mengubah kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dengan hadirnya internet, media konvensional telah beralih ke online.

Selain itu internet dan media sosial pun membuka peluang baru setiap orang untuk menjadi seorang content creator.

Menurut survei Hoot Suit, rata-rata setiap orang membutuhkan waktu sekitar 3 jam 14 menit dan di antaranya mereka aktif dalam menggunakan sosial media. Sosial media pun akhirnya kini dijadikan sarana untuk digital marketing.

“Untuk menjadi content creator dibutuhkan kemampuan yang cakap menggunakan media digital yaitu konten apa saja yang perlu di buat,” kata Kata Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Dendy Muris salah satu nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Jum’at (3/9/2021).

Dendy Muris mengatakan seorang content creator bisa memaksimalkan konten buatannya jadi lebih menarik. Di antaranya dengan mengenali dan memikirkan jenis format media yang cocok digunakan.

Pertama kenali dulu jenisnga gaitu berupa teks dan gambar seperti blog, buku, cerpen, selain itu bisa membuat info grafis dengan unsur gambar, dalam format gambar seperti foto, hingga desain grafis berupa karikatur.

Kedua ada juga jenis audio yang sempat booming seperti dengan membuat Podcast.

Ketiga ada bentuk video yang biasanya disebarluaskan melalui channel YouTube.

Selanjutnya content creator penuhi memahami unsur teknis yang membuat content terasa menarik. Misalnya untuk video ada unsur sinematic, saat membuat podcast bagaimana unsur suara, lalu untuk format media teks apakah foto memenuhi kaidah fotografi.

Lalu buat semua unsur tersebut relevan dengan tren saat ini dan yang kelima sesuatu yang baru tidak pasaran.

Lebih lanjut Dendy mengatakan, seorang content creator harus bisa mengidentifikasi audiens masing-masing.

Sebab saat ini pengguna media sudah tersegmentasi, audiens sudah semakin terbagi-bagi, sehingga content creator harus mengenali audiens.

“Kita bisa membuat pemetaan identifikasi beberapa aspek misal demografi, jenis kelamin, usia, apakah secara demografi pendapatan, secara geografi ada batasan tidak?,” kata Dendy Muris.

“Kalau media online tidak ada batasan, asalkan terkoneksi internet, asalkan memiliki aplikasi, selain itu kita bisa identifikasi, dari tipografi misal orang hobi otomotif, kuliner, teknologi, itu akan sangat beranekaragam,” ujar Dendy Muris lagi.

Selanjutnya sesuaikan konten dengan platform media sosial yang ada, seorang content creator harus tahu perbedaan twitter dan IG, menimbang apakah memerlukan semua platform.

Namun content creator juga mesti membuat diversifikasi konten agar ada eksklusifitas, dan tidak sama di semua platform. Misalnya konten full version bisa dilihat melalui YouTube, sementara di Instagram hanya berupa teaser.

Perhatikan juga seorang content creator harus memenuhi tahapan produksi yang baik. Hal ini biasanya dipenuhi conten creator professional, seperti tahapan pra produksi yaitu persiapan dimulai dari mencari ide hingga mengembangkan konsep membuat script, storyboard. Tahap selanjutnya ada produksi, sampai pasca produksi dengan evaluasinya.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily, Iman Darmawan, seorang Fasilitator Public Speaking, dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan