Jauhkan Diri Perilaku Tidak Sesuai Netiket

jauhkan diri

Bandung Side, Kabupaten Bandung – Jauhkan diri perilaku tidak sesuai dengan netiket menjadi salah satu penyebab banyaknya konten negatif yang ada di ruang digital.

Mungkin beberapa dari pengguna internet masih banyak yang belum paham sebenarnya apa saja netiket berinternet itu.

“Selama ini menganggap apa yang dilakukannya mungkin hanya sekedar candaan atau hal biasa padahal sebenarnya merupakan bagian dari netiket berinteraksi di ruang digital,” ungkap Ikhsan Hoerudin, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung, Senin (27/9/2021).

Ikhsan Hoerudin mengatakan bahwa netiket dimulai dari jauhkan diri hal yang kecil, seperti menyebarkan informasi yang tidak jelas atau hoaks.

Netiket nya adalah yang harus dilakukan mencari kebenarannya terlebih dahulu, baru boleh disebarluaskan.

“Perbuatan yang tidak sesuai dengan netiket ini termasuk penyebaran konten negatif termasuk pornografi, perjudian online, dan keamanan digital yang mengancam dimanapun dan kapanpun,” jelas Ikhsan Hoerudin, guru MA Persis Katapang

Ikhsan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, termasuk saat menerima dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pasalnya, perilaku negatif tersebut bisa memicu provokasi, hasutan atau hinaan.

“Kita harus tahu bagaimana etika dalam bermedia sosial tidak terlalu over posting, percaya kepada ada orang lain di media sosial juga termasuk dengan membagikan data identitas secara sadar maupun tidak sadar,” kata Ikhsan Hoerudin.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Senin (27/9/2021) ini menghadirkan pembicara lain, Tetty Kadi (anggota DPR 2009-2014), Erlangga Setu (konsultan IT), Putu Yani (owner Asmara Villa Bali) dan Clarissa Darwin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan