Dampak Iptek Peran Keluarga Menyikapi Perubahan Teknologi

dampak iptek

Bandung Side, Kabupaten Garut – Dampak Iptek terhadap perubahan tata nilai dalam keluarga itu berubah seiring dengan kemajuan teknologi, karena keluarga terdiri individu yang sudah terpapar dengan iptek itu tadi pasti akan mempengaruhi atau memberi warna dalam keluarga.

Satu keluarga itu kemudian akan juga membawa pengaruh ke lingkungannya mulai RT, RW menjadi masyarakat dan kumpulan masyarakat menjadi seluruh warga Indonesia.

Ada perubahan dampak iptek dalam hidup kita, Psikolog Byrlina Gyamirti menjelaskan, ada revolusi digital telepon rumah menjadi telepon wireless kemudian sekarang ponsel, ponsel juga kini lebih pintar karena kehadiran internet dengan fitur-fitur yang semakin canggih.

Fitur yang tidak berhenti untuk selalu ganti Perubahan generasi, sekarang ada disebutnya native digital, Byrlina mengaku beruntung, dia menyebut pernah hidup di dua alam, mengalami bagaimana menjadi digital dan segala tata nilai yang konvensional.

“Sebagai pensiunan saja juga harus canggih, saat harus ke ATM untuk bisa mengambil pensiun jadi tidak perlu ke bank. Begitu juga saat menggunakan gawai, tidak ingin kalah dengan yang lahir saat sudah ada internet,” ujar Byrlina Gyamirti.

Berbicara pada webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Garut, Jawa Barat Jumat (10/9/2021), kecanggihan teknologi yang kini hadir hendaknya harus disesuaikan menjadi sesuatu yang lebih berguna dan memberi nilai tambah.

Bukan hanya itu, dia juga berpesan agar orangtua diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan itu. Caranya dengan mampu mengubah cara berinteraksi dengan anak pada saat yang tepat.

Sebab dampak iptek penggunaan teknologi digital dapat beresiko dan berdampak negatif apabila tidak sesuai dengan kebutuhan tahap perkembangan anak.

“Orangtua jangan hanya sibuk bekerja hingga melupakan ada hal yang berubah seiring dengan teknologi,” kata Byrlina Gyamirti.

“Terdapat warna baru di dalam berkomunikasi, fungsi komunikasi akan berjalan jika ada interaksi jangan sampai teknologi malah mendekatkan yang jauh setelah menunaikan tugasnya untuk mendekatkan yang jauh,” jelas Byrlina Gyamirti.

Byrlina menambahkan, orangtua harus mencontohkan pengguna teknologi dengan baik. Agar anak memiliki tanggapan positif atas teknologi yang ada dalam kehidupan dia.

Tentunya diharapkan anak akan mencontoh orangtua yang bijak dalam menggunakan teknologi. Terutama bijak dalam mengatur waktu penggunaan gawai.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Garat, Jawa Barat Jumat (10/9/2021) ini menghadirkan pembicara lain, Muh Nurfajar Muharrom (Relawan TIK Indonesia), Idul Futra (Owner Madame Lim), Mira Sahid, Wakil Ketua Umum Siberkreasi dan Benito nsebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan