Budaya Digital Kuat untuk Kemajuan Bangsa Indonesia

Budaya Digital

Bandung Side, Kabupaten Cianjur – Budaya digital kuat dalam pesatnya perkembangan teknologi informasi di Indonesia dibutuhkan agar masyarakat dapat bersaing dibidang ekonomi di ranah digital.

Teknologi digital itu juga harus mampu membantu percepatan pembangunan masyarakat dan meraih banyak hal. Tidak dapat dipungkiri kini banyak warga daerah yang cakap teknologi untuk membangun wilayahnya dengan memanfaatkan sumber daya alam di sana.

Sisi Suhardjo, praktisi hubungan masyarakat menceritakan, warga kepulauan Riau yang tengah membudidayakan mangrove dan bunga rosela untuk dijual dalam bentuk teh.

“Teh rosela ini dijual dengan cara online, mereka terus berkembang mencari cara agar produk yang mereka hasilkan dapat terjual. Mereka masuk dalam e-commerce dengan pasar yang bisa mencapai seluruh Indonesia,” kata Sisi Suhardjo.

Transformasi digital yang impactful tidak hanya tentang menguasai teknologi informasi, tapi juga apa yang dilakukan manusia. Bagaimana masyarakat bekerja perorangan maupun berkelompok, tambah Sisi Suhardjo

“Melakukan budaya digital secara signifikan membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi sebagai manusia,” ujar Sisi Suhardjo saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (6/9/2021).

Teknologi sudah harus tertanam akan mempermudah dan mempercepat pekerjaan, memperluas jaringan, menciptakan inovasi dan kreativitas, memperluas jaringan dan memperkuat bisnis.

Didukung oleh pemerintah yang memberikan akses infrastruktur dilengkapi oleh edukasi soal literasi digital guna menyiapkan masyarakat Indonesia lebih siap masuk dunia digital.

Masyarakat dapat memanfaatkan hal-hal positif dan menguntungkan seperti dapat bisnis juga karya yang lebih banyak dibidang ekonomi.

“Fleksibilitas, agility, otonomi merupakan beberapa elemen budaya digital kuat yang mendefinisi bagaimana masyarakat bekerja dan beraktivitas sehari-hari. Seseorang dapat bekerja lebih fleksibel, di rumah, di kantor saat sedang liburan atau bersantai semua dapat dikerjakan.

“Semua dikerjakaan sesuai dengan keinginan sendiri namun tetap bertanggungjawab,” sambung Sisi Suhardjo.

Sebagai warga Indonesia tetap bangsa negara yang punya ideologi Pancasia yang nilai pedoman itu harus terus dilakukan meskipun sudah masuk dalam era yang semakin canggih. Pancasila menjadi pengarah dan motivator mencapai tujuan.

Dari sila satu sampai lima ada nilai untuk menjaga tatanan termasuk pada saat kita melakukan interaksi di media sosial karena dapat menjadi kontrol sosial.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar Literasi Digital di Cianjur, Jawa Barat, Senin (6/9/2021) juga menghadirkan pembicara Litani Wattimena (Brand & Communication Strategist), Muh Nurfajar Muharrom (Relawan TIK Indonesia), Herlan Firmamansyah (Wakil Dekan Universitas Suryakancana), dan Ilyana Salsabila sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan