Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Pelaku Usaha

Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Pelaku Usaha

Bandung Side, Kabupaten Tasikmalaya – Tips menjaga keamanan digital bagi para pemilik usaha yang mulai go online ada satu hal yang jarang diperhatikan oleh mereka yakni soal menjaga dari serangan siber.

Diana Balienda seorang konsultan bisnis mengingatkan kepada para pemilik bisnis online untuk selalu berhati-hati karena oknum jahat di dunia digital ada dimana-mana dan kapanpun mereka dapat menipu.

Diana mengatakan tips menjaga keamanan digital, jangan pernah membuka lampiran di ediana mail sekalipun dari orang yang kita kenal. Jika memang lampiran itu sesuatu yang kita harapkan atau kita tidak tahu isinya.

“Kalau lampiran namanya tidak jelas, sebaiknya tidak kita buka, mencegah lampiran tersebut isinya virus,” kata Diana Balienda.

“Biasanya orang yang memang ada kepentingan dengan kita jika mengirim lampiran pasti akan menginfokan terlebih dahulu, mislanya dari supplier, vendor atau konsumen kalau tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sebaiknya tidak dibuka,” ungkap Diana Balienda.

Berbicara saat webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021), Diana menyampaikan perlu berhati-hati saat akan mengunduh dari situs berbagi file, lebih baik situs yang memang terpecaya.

Penting juga untuk hanya berbagi perangkat dengan orang yang kita percaya terutama perangkat yang berisi file perusahaan kecil milik kita. Secara berkala untuk ganti password dan bukan password yang mudah ditebak.

“Buat password yang sulit jangan lupa juga untuk mengaktifkan two factor authentication,” ujar Diana.

Sebagai pemilik usaha yang menjadi penentu di sebuah organisasi, jangan sampai juga percaya hoaks. Apalagi yang berkaitan dengan sektor bidang usaha kita.

“Ketika mendapat informasi, percayai hanya dari sumber atau media yang kredibel. Sumber informasi yanhg tidak domain situsnya lebih baik langsung abaikan. Bandingkan juga informasi dari berbagai sumber yang berbeda, agar kita yakin kalau informasi itu benar,” jelas Diana.

Sebaiknya juga para pemilik usaha tidak asal dalam membagikan informasi, meskipun itu benar namun tetap apa yang dibagikan pemilik usaha bisa di-branding juga dengan usaha.

Jangan sampai konsumen melihat postingan pemilik usaha dan kemudian merasa tidak senang atau tidak sependapat sehingga malah memilih meninggalkan produk itu.

Sebagai pengusaha sebaiknya bagikan sesuatu yang sesuai dengan profesi kita, selain promosi apa yang kita jual atau kita layani dapat juga membagikan konten yang menginspirasi yang ada hubungannya dengan entrepreneur.

“Postingan kita cerminan diri kita, dan diri kita juga cerminan dari brand atau produk kita,” pungkas Diana Belienda.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD?) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/8/2021) juga menghadirkan pembicara Byarlina Gyamitri (Konsultan Pemberdayaan SDM), Aditianata (Dosen Universitas Esa Unggul), Mario Devys (Relawan TIK Indonesia), dan Clarisssa Darwis sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan