Bandung Side, Kabupaten Indramayu – Konten positif buat Indonesia, mayoritas orang perlu mendengar 3-5 kali informasi yang sama untuk dapat menginternalisasi pesan yang disampaikan.
Hal tersebut merupakan hasil riset dari lembaga konsultan komunikasi, dalam frekuensi komunikasi sebanyak 29 persen akan mencari tahu 4-5 kali dan 35 persen sebanyak 3 kali.
Jadi memang idealnya seperti itu, ketika menerima informasi dari seorang sumber, paling tidak kita wajib mencari dua sumber lainnya.
Sama halnya juga ketika ada berita dari dari portal online yang tidak dikenal, coba cari berita serupa dari dua media massa terkenal.
Dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/8/2021), Stelita Marsha, Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan dan Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan, perlu mengetahu 3-5 kali informasi sebelum internalisasi dapat mendukung penyebaran konten positif.
Konten positif bukan hanya berisi konten bermanfaat sarat ilmu namun tentu informasi yang benar dan akurat, bukan hoaks.
“Ketika menyebarkan berita atau informasi apapun yang positif itu akan bermafaat untuk orang lain,” ucap Stelita Marsha.
Konten positif salah satunya dengan mengenalkan kebudayaan Indonesia dalam bentuk apapun. Misalnya senang memasak, dapat membuat postingan mengenai resep makasan khas sebuah daerah atau video demo memasak masakan nusantara.
Senang jalan-jalan dapat keliling Indonesia dan mengunjungi cagar budaya dan kita dapat membuat vlog di sana.
Jangan kehilangan ide dalam membuat konten mengenai Indonesia, ribuan kebudayaan tidak sabar untuk dikenalkan ke masyarakat digital dan belasan ribu pulau siap untuk dikunjungi.
“Anak muda yang sangat fashionista juga dapat memadupadankan batik dan kain khas Indonesia. Agar terlihat kekinian meskipun menggunakan kain tradisonal. Bangga produk lokal juga menjadi salah satu hal yang mencerminkan budaya Indonesia,” kata Stelita Marsha.
“Menggunakan tas hasil kerajinan tangan masyarakat adat atau mengulas soal makanan beserta sejarahnya,” jelas Stelita Marsha.
Isi ruang digital dengan konten positif terlebih budaya Indonesia agar tercipta iklim dunia digital yang sehat dan budaya Indonesia yang mendunia.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (10/8/2021) juga menghadirkan pembicara Aditianata (Universitas Esa Unggul Esa), Didno (Ketua Relawan TIK Indramayu) dan Idul Futra (Digital Marketing Specialist), dan dr.Wafika Andira sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***