Integrasi Peran Orang Tua dan Guru untuk Pendidikan

Integrasi

Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Integrasi peran orang tua dan gutu akan teknologi komunikasi dan internet sekarang ini sudah secara nyata dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.

Apalagi sejak pandemi di mana sekolah maupun pengajaran dilakukan secara daring lewat sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam melaksanakan aktifitas kegiatan belajar mengajar.

Di era digital peran komunitas akademik dalam pendidikan juga bisa membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa maupun pendidik dalam menerapkan sistem pembelajaran, semua pihak baik guru, orangtua, dan murid dapat saling belajar dan memberi masukan.

Dari sana akan muncul solusi, misalnya menemukan metode pembelajaran inovasi yang membuat sistem pengajaran menarik minat murid sebagai upaya integrasi orang tua dan guru.

“Bisa juga dengan menyebarluaskan bahan ajar berupa ebook hingga pelatihan menggunakan aplikasi,” ujar Seno Soebekti, Pembina Olimpiade Sains Nasional Bidang Matematika saat webinar Literasi Digital Wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Jumat (20/8/2021).

Di samping itu komunitas akademik juga dapat berperan nyata menjaga etika dan perilaku digital sehat di tengah perkembangan tersebut. Ada budaya yang harus selalu kita ingatkan kepada anak-anak jangan sampai mereka di dunia digital ini tidak ada etikanya.

Orangtua, siswa, maupun guru harus menjalin komunikasi dengan orang lain yang kontinu, dengan komunitas lain misal grup What’sApp, Telegram, sehingga solusi dari segenap permasalahan yang terjadi di bidang pendidikan bisa mendapatkan pemecahannya.

Kegiatan nyata yang sudah dilakukan seperti webinar dan pemaparan ilmu termasuk salah satu pengaplikasiannya untuk meningkatkan akademisi dan dunia pendidikan lebih berkembang lagi dari sisi orangtua, siswa, dan pengajar.

“Ikut grup sesuai kompetensi kita. Misalnya untuk menyebarkan aplikasi yang dapat berguna bagi pendidikan,” ujar Seno.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Vincent S, Chief Operating Officer The Coffee Academics Indonesia, Goretti Meiliani, Project & Planning Section Head, dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan