Ini Dia 3 Indikator Budaya Bermedia Digital

3 indikator

Bandung Side, Kabupaten Indramayu – 3 indikator budaya bermedia digital dapat dilihat dari caranya keseharian masyarakat Indonesia, kita dapat menilai apakah kita sudah menjadi bagian dari dunia digital.

Adapun 3 indikator itu Pertama, penguatan karakter individu dalam berbangsa itu perlu. Jangan sampai kita memiliki karakter yang bias karakter bangsa kita luntur yakni gotong-royong.

Salah satu karakter bangsa kita adalah gotong-royong jangan sampai kita tidak melakukannya lagi di kemudian hari. Ada orang di sekitar kita yang kesusahan kita tidak membantu atau kita tidak mau bersama-sama untuk menyelesaikan masalah.

Kedua, internalisasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman kita. Kita harus pahami dan diterapkan di dunia digital.

Penjelasan Sila Pertama dari Pancasila ialah nilai utamanya adalah cinta kasih saling menghormati perbedaan, Sila ke-2 nilai utamanya adalah kesetaraan memperlakukan orang lain dengan adil dan manusiawi di ruang digital.

Sila ketiga nilai utamanya adalah harmoni, mengutamakan kepentingan Indonesia di atas kepentingan pribadi atau golongan di ruang digital.

“Kita bangga Indonesia meraih prestasi di olimpiade, kita junjung tinggi kebanggaan tersebut,” ujar Satria Andika Relawan TIK Jawa Barat saat menjadi pembicara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (26/8/2021).

Sila Keempat nilai utamanya demokratis memberi kesempatan setiap orang untuk bebas berekspresi dan berpendapat di ruang digital. Kita memberikan kebebasan di ruang digital tetapi jangan sampai kebebasan berpendapat itu sebagai senjata untuk mem-bully orang lain tetap harus ada etikanya.

Sila Kelima nilai utamanya gotong royong bersama-sama membangun ruang digital yang aman dan nyaman serta etis untuk seluruh pengguna. Sehingga dengan mengimplementasikan Pancasila di ruang digital kita yakin negara Indonesia tidak lagi menjadi netizen yang paling tidak sopan tetapi kita akan menjadi netizen yang mendukung ekosistem di ruang digital yang lebih baik lagi.

Indikator bermedia digital yang Ketiga ialah digitalisasi kebudayaan dan cinta produk dalam negeri.

“Bagaimana di ruang digital itu mampu menaikan kelas dari UMKM agar pasar mereka semakin luas,” tambah Satria Andika.

Selanjutnya, hak digital warga negara budaya komunikasi digital khususnya perempuan, anak, lansia dan daerah 3T.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (26/8/2021) juga menghadirkan pembicara Taufik Aulia (Penulis dan Kreator Konten), Erri Gandjar (General Affair Director Radio Oz Bali), Andi Astrid Kaulika (PT. Artha telekomindo), dan Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan lierasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan