Hindari 9 Hal dalam Membuat Password

hindari 9 hal

Bandung Side, Kabupaten Bandung – Hindari 9 hal saat membuat password, jangan mengabaikan dalam membuat kata sandi sebagai pengaman akun saat memasuki dunia digital.

Sesungguhnya di luar sana banyak peretas akun yang mencoba membuka akun-akun media sosial untuk dijadikan keuntungan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Mereka memanfatkan keuntungan dengan mencoba beberapa kemungkinan hingga membuntuti calon korban. Mem-profiling dengan menebak-nebak hari perayaan yang kerap kita unggah dalam media sosial yang mereka coba buka.

Alfret Nara, Practitioner IT berbagi apa saja kebiasaan buruk para pengguna media sosial dalam menggunakan kata sandi ketika menjadi narasumber dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (16/8/2021) siang.

Satu hal yang diperhatikan dalam membuat kata sandi ialah dengan mengkombinasikan huruf, angka dan simbol. Sebab akan ada 90 karakter yang tersedia sehingga ada 4.304 triliun kombinasi kata sandi yang mungkin bisa digunakan.

“Ini yang paling sulit ditebak para peretas,” ungkap Alfret Nara.

Berbeda jika hanya menggunakan angka saja yang terdiri dari 10 karakter, kombinasinya hanya 10.000 yang artinya dapat dengan mudah dicoba sampai ditemukan kombinasi yang sesuai.

Inilah beberapa langkah hindari 9 hal dalam pembuatan password:
1. Menyertakan nama dalam kata sandi, contohnya Budi123.
2. Menggunakan karakter dalam baris pertama di keyboard yaitu, qwerty.

Selanjutnya,
3. Menyertakan tanggal lahir maupun angka lain yang berhubungan dengan diri kita, lebih parah jika menyertakan nomor identitas.
4. Memilih kata ‘password’ sebagai kata sandi.

5. Menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun. Jika salah satu akun kita diretas, kemungkinan hacker akan mencoba membuka akun yang lain.
6. Menggunakan huruf kapital kecil.

Kemudian,
7. Menuliskan kata sandi di kertas ataupun benda lain yang dapat mudah hilang. Gunakan buku untuk mencatat password.
8. Membagikan kata sandi kepada orang lain.

Dan langkah terakhir,
9. Menyimpan kata sandi di browser terutama di gawai ataupun perangkat lain yang memiliki risiko hilang atau dipinjam orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (16/8/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Geri Sugiran (Dewan Pembina RTIK Jawa barat), Ronal Tuhatu (Psikolog), Stefani Anggriani (Makeup Influencer), dan Clarissa Darwin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan