Go Cashless di Normal Baru Manfaatkan Uang Digital

Go Cashless

Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Go Cashless di era new normal ini kita dihadapkan pada sebuah transaksi adaptasi kebiasaan baru mulai dari protokol kesehatan hingga jaga jarak dengan orang serta menggunakan pembayaran melalui digital atau cashless.

Sistem pembayaran tanpa uang tunai sesuai dengan arti secara harfiah yang berarti tidak ada atau tanpa menggunakan uang tunai pada pembayaran yang berbentuk digital.

Ada banyak pembayaran digital di Indonesia seperti kartu kredit, pembayaran go cashless atas nominal belanja dibayarkan terlebih dahulu oleh perbankan dan akan disajikan kepada pengguna pada periode tahun setelah diperhitungkan nilai konpensasi tertentu.

Ada juga kartu debit, pengguna membayarkan kartu sesuai dengan nominal pembelanjaan menggunakan dananya sendiri.

“Kita dikenalkan uang digital pada awal melalui e-money atau uang elektronik basis kartu yang berasal bank,” kata Shanti Kusmiati.

Go cashless juga digunakan biasanya untuk membayar saat di jalan tol, parkir naik kendaraan transportasi umum yang sudah menyediakan seperti KRL dan trans Jakarta. Dan kini yang banyak namun tidak di kartu tapi ada di gawai kita.

“Pembayaran berbasis server melalui gawai atau yang kerap disebut dompet digital,” jelas Shanti Kusmiati, Pengurus Pusat Relawan TIK di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021).

Kini untuk cashless lebih canggih lagi hanya dengan kode QR. Qris (Quick Response Code Indonesia Standard), penyatuan berbagai macam dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran menggunakan QR code.

Qris dapat menerima pembayaran dari aplikasi manapun. Pembeli tidak perlu pusing memikirkan aplikasi pembayaran digital mana yang harus dimiliki.

Semua aplikasi pembayaran digital atau money wallet dapat digunakan membayar transaksi dengan menggunakan scan QR.

Alat scanner-nya di outlet atau restoran juga tidak berjejer semua langsung 1 saja tinggal scan barcode dari Qris.

Menggunakan transaksi non tunai itu simple tidak lagi memikirkan uang kembalian, tidak lagi memikirkan uang di dompet, gunakan handphone saja sudah cukup.

“Efisien pembayaran lebih cepat hanya perlu melakukan scan dalam hitungan detik sudah terjadi perpindahan saldo sesuai dengan nilai transaksi. Ada promo atau diskon banyak promonya apa lagi di e-commerce atau marketplace, kita dapat memanfaatkan ini,” tambah Shanti Kusmiati.

Pastinya di saat pandemi ini cashless ini meminimalisir kontak fisik secara langsung. Kita juga harus tenang dan percaya sebab, proses cashless ini ini aman karena sudah dijamin dan dilengkapi dengan fitur keamanan.

Hanya pengamanan saja dari kita yang harus dijaga jangan sampai kartu e-money hilang dan harus menjaga pin.

Nilai transaksi uang elektronik dari tahun 2020 sampai Januari 2021, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Terus meningkat karena memang sudah masanya kita melakukan transformasi pembayaran.

Metode pembayaran digital di e-commerce dalam setahun terakhir yang paling banyak terjadi di dompet digital sebanyak hampir sebanyak 65%.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021) juga menghadirkan pembicara Katherine (Pebisnis Online), Gunawan Lamri (CEO PT. Kuliner Anak Indonesia), Romzy Ahmad, Wakil Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital) dan Ida Rhinjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan