Etiket Berkomunikasi di Dunia Digital Harus Dijaga

Etiket Berkomunikasi

Bandung Side, Kabupaten Cianjur – Etiket berkomunikasi di dunia digital ada dua cara yakni dengan email dan chat di media digital dalam dua media ini memiliki etiket berkomunikasi yang juga berbeda.

Etik Sukmawati Koordinator Digital SMKN 1 Cikalong Kulon, Cianjur menjelaskan, email identik dengan sesuatu hal formal atau serius juga berisi pesan yang cukup panjang. Sehingga di sarankan untuk menggunakan ejaan yang benar akan mudah dibaca.

Pastikan juga menggunakan kata yang mudah dimengerti dan tidak menggunakan huruf kapital semua. Tentu dalam bertutur dalam pesan internet ini menggunakan kata dan kalimat yang sopan agar penerima email pun senang menerima pesan dari Anda.

Meskipun pengiriman email ini termasuk pribadi namun tetap hak cipta orang lain juga harus dijaga.

“Jangan lupa untuk menulis subject dalam email, jangan dibiarkan kosong. Ini mempermudah penerimapesan untuk membaca emai kita,” kata Etik Sukmawati.

“Bisa saja penerima email kita menerima banyak email dalam satu waktu sehingga untuk mengetahui mana saja yang harus dibuka dibutuhkan subject dari pengirim pesan,” jelas Etik Sukmawati dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (19/8/2021).

Sedangkan etiket di media digital atau media sosial ialah biasakan mengucapkan salam saat memulai dan mengakhiri percakapan dengan sopan. Tidak harus formal namun bagaimana salam ini menjadi sebuah pembuka yang menyenangkan.

Jangan sebar capture atau tangkapan layar percakapan privat sebab di dalamnya terdapat privasi orang lain.

“Cermat dalam memilih stiker atau emoji juga penting yangharus diperhatikan warganet. Emoji menggambarkan suasana hati seseorang, kalau bisa kita tahu makna dari emoji yang ada di setiap aplikasi agar tidak salah saat digunakan,” ujar Etik Sukmawati pada audien webinar.

“Kita juga patut hati-hati dalam hal SARA ini sangat sensitif jangan sampai di akun media sosial kita malah ada orang yang bertengkar atau justru kita yang diserang akibat kecerobohan kita sendiri,” jelas Etik.

Setelah etiket berkomunikasi dipahami, banyak hal lain yang dapat dilakukan seperti berkolaborasi dimungkinkan di dunia digital kita manfaatkan dunia tanpa jarak ini untuk hadir bersama.

Hal positif lainnya yakni dengan membantu orang lain dan diri sendiri ialah dengan memberikan tips cara melakukan seuatu, membagikan resep masakan dan lainnya.

“Apapun yang dilakukan di dunia digital yang penting diingat ialah untuk menjaga etiket,” pungkas Etik Sukmawati.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (19/8/2021) juga menghadirkan pembicara Tim Hendrawan seorang creative director, Dani Septan Wahidi (Wakil Ketua bidang SMKN 1 Cikalong Kulon, Cianjur), Dasep Purnama (Instruktur Komunikasi), dan Tresia Wulandari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan