Bandung Side, Kota Bekasi – Keterampilan digital menjadi kompetensi anak selain baca dan tulis, hal tersebut menunjukkan transformasi digital yang sedang berkembang membuat keterampilan teknologi informasi semakin penting untuk dimiliki.
Media digital juga menciptakan peluang baru untuk pembelajaran digital.
Alda Dina Bangun, Guru SD Cahya Bangsa Kota Baru Parahyangan, mengatakan industri 4.0 membutuhkan pendidikan yang 4.0 juga.
Dengan transformasi digital kita perlu secara keseluruhan mengubah cara belajar dan apa yang kita pelajari. Keterampilan digital saat ini menjadi kompetensi kunci di samping membaca, menulis, dan berhitung.
“Karena pandemi, kita melihat banyak negara yang menutup sekolah untuk menghentikan penyebaran virus. Puncak penutupan sekolah terjadi pada awal April 2020, ketika 1,6 milyar pelajar terpengaruh di 194 negara. Penutupan sekoalh tiba-tiba itu membuat praktisi pendidikan mencari alternatif dalam belajar,” ujar Alda dalam Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/7/2021).
Transformasi pendidikan era digital adalah tugas seluruh masyarakat. Praktisi pendidikan hanya membantu, sebenarnya pendidikan utama ada di rumah dan dilakukan oleh orang tua.
Pembelajaran jarak jauh memang menghadapi beberapa kendala dan faktor-faktor yang tidak mendukung.
Sikap belajar yang positif itu dapat meningkatkan prestasi di sekolah dan membantu siswa tetap termotivasi ketika sekolah ditutup.
Sikap ini berakar pada dukungan yang diterima siswa dari guru dan keluarga.
Media digital memungkinkan berbagai bentuk pengajaran dan pembelajaran baru yang inovatif di sekolah. Di era digital, materi pelajaran dibuat, dibagikan, dan dikembangkan bersama dengan memanfaatkan penyimpanan digital, seperti cloud.
“Dengan instruksi digital, siswa belajar sejak usia dini untuk menerima tanggung jawab pribadi yang lebih besar sambil meningkatkan komunikasi dan kerja tim,” jelas Alda Dina Bangun.
Ketika para guru didukung melalui pengembangan profesional, teknologi digital dapat memperkaya proses belajar mengajar. Guru juga sangat penting untuk melek teknologi dan memahami literasi digital.
Terlepas dari perubahan yang terjadi setelah transformasi digital, tujuan pendidikan tetap sama, yaitu memungkinkan orang untuk berkembang sebagai individu dan memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi secara bertanggung jawab.
Teknologi membantu proses belajar mengajar, bukan sebagai alat pengganti guru. Jangan sampai siswa memaknai sesuatu yang salah itu menjadi hal benar.
Pendidikan membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sehingga bisa menyaring dan menilai informasi.
Selain itu, praktisi pendidikan dituntut mampu menyelaraskan antara perubahan yang ditandai dengan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/7/2021) juga menghadirkan pembicara, Daniel Hermansyah (CEO Kopi Chuseyo), Nandya Satyaguna (Medical Doctor), Taufik Hidayat (Ketua UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syeikh Yusuf), dan Lady Kjaernett.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***