Kompetisi LSC Tingkat Internasional Digelar STIMLOG

Kompetisi LSC

Bandung Side, jl. Sariasih – Kompetisi LSC pertama bidang logistik dan rantai pasok tingkat internasional digelar STIMLOG secara daring guna mengembangkan pengetahuan praktis menghasilkan ide dan solusi baru dunia LSC, Senin (28/06/2021).

LSC atau Logistics & Supplay Chain Competition mengusung tema “Achieving Supply Chain Resilience in Indonesia” oleh STIMLOG sebagai penyelenggara pertama ajang kompetisi pertama di Indonesia di bidang logistik dan rantai pasok.

Kegiatan yang diberi nama “2021 STIMLOG Logistics & Supply Chain Competition” (2021 STIMLOG LSC COMP) didukung 3 kementerian yaitu, Dirjen Pendidikan Tinggi-Kementerian, Kementerian Koordinator Ekonomi dan Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM.

Selain itu, perhelatan “2021 STIMLOG LSC COMP” juga didukung oleh Aliansi Perguruan Tinggi Berbasis BUMN (APERTI BUMN) yang terdiri dari 9 (sembilan) perguruan tinggi yaitu, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi Telekomunikasi Surabaya (ITTS), Universitas Pertamina (UP), BRI Institute, Institut Teknologi PLN (IT PLN), Politeknik Pos Indonesia (PoltekPos), Telekom University (Tel-U), Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) dan Sekolah Tinggi Manajemen Logistik (STIMLOG).

“Tujuan STIMLOG gelar kompetisi logistik dan rantai pasok yang bertajuk, 2021 STIMLOG LSC Comp. ini merupakan lanjutan dari kegiatan kerjasama STIMLOG-SCM Globe Corporation pada Jum’at 18 Desember 2020 lalu yang telah memberi hibah pendidikan berupa 400 akun gratis senilai $26.000 setara Rp 390 juta untuk pembelajaran matakuliah terkait manajemen rantai pasok di STIMLOG,” kata Rachmawati Wangsaputra, Ph.D., Ketua STIMLOG.

“Tujuan lain acara 2021 STIMLOG LSC Comp. untuk mengenalkan aplikasi simulasi SCM Globe kepada para dosen perguruan tinggi dalam mengajarkan rantai pasok terutama dalam menjelaskan aktivitas logistik dan rantai pasok,” tambah Rachmawati Wangsaputra.

“Konsep kompetisi mengarah ke fun and challenging learning yang merupakan bagian dari aktivitas mensosialisaikan keilmuan logistik dan rantai pasok, semoga ini akan meningkatkan minat akademisi dan untuk ke depannya diharapkan bersumbangsih dalam terwujudnya SDM logistik nasional yang kompeten,” pungkas Rachmawati.

Yodi Nurdiansyah. M.T., Ketua penyelenggara 2021 STIMLOG LSC Comp. mengatakan sesuai tujuan diadakannya kompetisi yakni mengenalkan logistik dan rantai pasok dalam aktivitasnya di industri dan bidang usaha.

Selain itu, guna mengasah kemampuan mahasiswa meskipun lintas program studi (prodi) dengan menggunakan tools simulasi aplikasi SCM-Globe.

Meskipun dalam pemecahan masalah yang diberikan dapat menggunakan kombinasi dengan tools yang lain seperti statistik, hitungan bisnis dan hitungan biaya lainnya.

“Sangat disarankan jika dalam satu tim beranggotakan mahasiswa dari berbagai prodi, dapat lintas prodi memungkinkan dapat memecahkan masalahnya terutama pandangan keilmuan yang dapat diintegerasikan, sehingga timnya bersifat multidisiplin, dan solusi yang diberikan adalah solusi interdisiplin”, ujar Yodi.

Kegiatan 2021 STIMLOG LSC Comp. dimulai dari pendaftaran pada Tanggal 10 Mei 2021 – 18 Juni 2021, dan pada Tanggal 14 Juni 2021 dan 21 Juni 2021 diawali kegiatan pelatihan simulasi aplikasi SCM Globe, lanjut Yodi.

Sedangkan kompetisinya digelar secara singkat pada Tanggal 28 Juni 2021 – 30 Juni 2021 secara daring dengan mengundang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diwakili Dyah Purbandari, Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Asdep. Pengembangan Kkawasan dan Rantai Pasok, Ari Anindya Hartika.

Selanjutnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dihadiri oleh Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P., Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI) Dr. Cahyat Rohyana, anggota Aperti BUMN dan karyawan struktural, dosen serta staf STIMLOG.

Tercatat peserta kompetisi diikuti oleh 42 tim diantaranya dari UISI, Universitas Kristen Maranatha, Widyatama University, Republic Polytechnic (RP) Singapore, ITHB, Gunadarma University, Telkom University, ITTP, Telkom University, Universitas Pertamina, STIMLOG, Universitas Pertamina, Universitas Diponegoro, Islamic University of Indonesia, Politeknik ATI Padang, Universitas Andalas, Jakarta State Polytechnic, Universitas Trunajaya Madura, Darma Persada University, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Sepuluh November Surabaya dan Poltekpos.

Yodi menerangkan bahwa kompetisi yang mengambil tema “Achieving Supply Chain Resilience in Indonesia” atau Mencapai Ketahanan Rantai Pasokan di Indonesia, dapat juga mengambil tema Logistik dan Rantai Pasokan Selama Pandemi atau Rantai Pasokan Hijau/ Bersih.

“Sedangkan kawasan yang dapat dikembangkan dalam pemecahan masalahnya bisa bidang Kesehatan, Makanan & Kebutuhan Pokok, Energi Terbarukan, TOSS, Pengolahan Sampah Kota Lokal dan Angkutan,” jelas Yodi.

Adapun aturan pada 2021 STIMLOG LSC Comp. diantaranya;
1. Kompetisi 2021 STIMLOG LSC Comp. terbuka untuk mahasiswa, baik dalam negeri maupun luar negeri.
2. Satu tim terdiri dari 3 anggota
3. Kompetisi akan terdiri dari 3 (tiga) babak. Babak Penyisihan, Babak Semi Final, dan Babak Final.
4. Studi kasus akan diberikan oleh panitia LSC Comp untuk setiap kategori, dengan tingkat kesulitan yang berbeda untuk babak penyisihan, semi final, dan final.
5. Delapan tim terbaik dari babak penyisihan akan masuk ke semifinal dan kemudian 3 tim terbaik akan maju ke babak final.
6. Panitia Lomba LSC berhak mendiskualifikasi peserta lomba sebelum dan sesudah penjurian apabila ternyata karya tersebut bukan miliknya (karya orang lain/guru/dosen) atau ada gugatan dari pihak lain atau melakukan sesuatu termasuk dalam kriteria diskualifikasi.
7. Laporan ditulis dalam bahasa Inggris. Format laporan dan rubrik penilaian akan disediakan bersama dengan file studi kasus. Harap pastikan bahwa laporan Anda mengikuti format.
8. Peserta mengirimkan beberapa foto saat mendiskusikan atau mengerjakan kasus.

“Pemenang kompetisi berhak menerima hadiah berupa uang tunai dari Panitia bagi Juara 1 sebesar Rp 7.500.000,-/ USD 500, Juara 2 : Rp 6.000.000,-/ USD 400 dan Juara 3 uang tunai sebesar Rp 4.500.000,-/ USD 300,” kata Yodi.

DR. Melia Eka Lestiani, M.T., Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIMLOG mengatakan 2021 STIMLOG LSC Comp. ini terbukti mampu mengasah tajam kemampuan mahasiswa dalam bidang logistik dan tranportasi.

“Dalam lomba ini mahasiswa akan dihadapkan pada sebuah masalah yang membutuhkan solusi, lalu menyelesaikan masalah tersebut dengan bantuan teknologi simulasi rantai pasok yang dinamis dan visual menggunakan aplikasi SCM GLOBE,” jelas Meli Eka Listiani.

Tentu untuk mengikuti “2021 STIMLOG LSC Comp. ini para peserta harus memiliki pengetahuan tentang Logistik, Tranportasi dan Supply Chain yang sebelumnya diberi pelatihan SCM Globe, lanjut Meli.

“Sejauh ini peserta didampingi oleh para pembimbing yang dapat mengarahkan tim mereka dalam lomba ini dan STIMLOG gelar kompetisi yang pertama kali mengadakan lomba dengan menggunakan Aplikasi SCM Globe,” pungkas Meli Eka Listiani.***

Tinggalkan Balasan