Informasi Valid Hindari Informasi Hoax

Informasi Valid

Bandung Side, Kabupaten Pangandaran – Informasi valid dan waspada konten hoax selalu menjadi fokus utama dalam Gerakan Nasional Literasi Digital.

Namun bagaimana cara memastikan atau mencari informasi yang baik dan benar di internet biasanya dilupakan.

Karenanya Gde Sastrawangsa, Dosen Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali & Pengurus RTIK Bali, membagikan materi pencarian informasi di internet dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021).

Yang diperlukan adalah informasi yang berkualitas, menurut Gde Satrawangsa bahwa internet adalah hutan informasi kita harus tahu bagaimana benar atau tidak dan lain sebagainya.

Ada banyak faktor untuk itu seperti sumber terpercaya, up to date, relevan, lengkap, akurat dan dapat dipahami.

“Yang harus diwaspadai apakah ini cerita basi yang dipanaskan lagi dan dijadikan santapan masyarakat. Informasi itu harus sesuai, akurat dan tidak sepotong-potong karena bisa ditafsirkan berbeda dari aslinya,” ujar Gde.

Lalu bagaimana cara mencari informasi yang tepat? Pastikan memakai mesin pencari dengan kata kunci yang tepat juga.

Lalu identifikasi sumber info, periksa tanggal tayang awal artikel ditulis dan bandingkan dengan yang lain.

Jangan percaya satu sumber saja karena bisa jadi satu sumber yang ditemukan tidak akurat.

“Yang harus dipersiapkan dalam melakukan pencarian adalah kata kunci yang tepat. Bisa lebih dari satu kata kunci, makin banyak kata kunci bisa makin akurat, pertimbangkan menggunakan operator and/ or, pertimbangkan memakai Bahasa Inggris, gunakan kata kunci lain yang artinya mirip,” jelas Gde.

Gde Sastrawangsa pun menjelaskan tentang bolean operator yang digunakan untuk memperjelas kata kunci dalam pencarian informasi valid.

Gunakan AND dalam kata kunci untuk mencari hasil dengan dua kata kunci. Pakai OR mencari hasil yang memiliki salah satu kata kunci atau NOT mencari hasil yang tidak memiliki kata kunci.

Misalkan kereta not tiket maka yang muncul adalah tentang kereta dan tidak ada soal tiket kereta.

Ada juga beberapa penelusuran umum dengan simbol-simbol. Untuk mengecualikan kata pakai simbol (Contoh kereta api -tiket).

Untuk menelusuri informasi valid dengan pencocokan persis pakai tanda kutip ” “, menelususi media sosial pakai simbol @, menelusuri hashtag pakai #, menelusuri harga memakai RP dan rentang angka pakai memakai tiga buah titik (contoh 500…1000).

Sementara itu ada juga pencarian tingkat lanjut gunakan kata berikut disertai titik dua. Yaitu site:, related:, filetype:, intitle:, allintitle:, inurl:, allinurl:, intext:, allintext:, cache:, link:, dan source:.

Kegunaannya sesuai dengan kata yang diketik, contoh site:kumparan maka akan muncul kata kunci yang sudah dimuat di media kumparan saja.

Untuk mencari foto atau video bisa dengan cara memasukkan foto serupa yang kita punya. Pencarian bisa dilakukan via website maupun aplikasi ponsel.

“Tidak semua informasi yang ditemukan di internet adalah benar, bijaklah memilah mana informasi yang layak dipercaya,” tutup Gde Sastrawangsa.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini juga menghadirkan pembicara Syaiful Arifin S.Sos (Wartawan Solopos, Mafindo), Amalia Chairy S.Kom,.M.T (Relawan TIK, Dosen PTN di Indonesia), Vhiesaleindra (Content Creator Bandungtanpakamu), dan Key Opinion Leader Natasha Gracia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan