Kolaboraksi Menteri Pariwisata Serap Aspirasi Kepala Daerah

Kolaboraksi Menteri Pariwisata

Bandung Side, Jakarta – Kolaboraksi Menteri Pariwisata sebagai ajang temu Kepala Daerah guna menyerap aspirasi terkait pengembangan sektor parekraf, Jum’at (19/2/2021)

Pengembangan sektor parekraf diharapkan dapat berjalan selaras seiring segala masalah atau hambatan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara cepat dan tepat.

Pertemuan bertajuk “Kolaboraksi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kepala Daerah” dihadiri 12 kepala daerah yang terbagi dalam dua sesi.

Sesi pertama pertemuan dihadiri Bupati Klungkung, Bupati Konawe Utara, Wali Kota Ambon, Bupati Sidenreng Rappang, serta Plh Bupati Wonosobo.

Sementara di sesi II, pertemuan dihadiri Gubernur Gorontalo, Bupati Gorontalo Utara, Wali Kota Gorontalo, Bupati Bone Bolango, Bupati Gorontalo, Bupati Boalemo, dan Bupati Pohuwato.

Kolaboraksi Menteri Pariwisata
Menteri Pariwisata menerima cindera mata dari Gubernur Gorontalo dalam acara “Kolaboraksi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kepala Daerah”, Jum’at (19/2/2021).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para bupati yang hadir, ini adalah bentuk dari pilar kolaborasi,” kata Sandiaga.

“Bantuan dan dukungan dari bupati dan kepala dinas pariwisata sangat penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf mengatakan, desa wisata menjadi salah satu program unggulan yang akan dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf ke depan.

Pemerintah daerah pun didorong untuk dapat mengidentifikasi potensi desa di wilayahnya untuk dikembangkan menjadi desa wisata mandiri.

Sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.

Dari 224 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan diperluas.

“Desa wisata bisa kita terus kembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja,” kata Sandiaga.

Kolaroraksi Menteri Pariwisata
Suasana pertemuan dalam acara “Kolaboraksi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Kepala Daerah” dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menparekraf menambahkan, dalam pengembangan pariwisata kehadiran industri menjadi hal yang sangat penting. Sehingga tidak hanya dengan pemerintah, pengembangan pariwisata juga dapat dilakukan dengan berkolaborasi dengan private public partnership (PPP).

“Kolaborasi dengan private public partnership harus diikuti dengan tata kelola yang baik,” kata Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, kepala daerah menyampaikan berbagai program tentang pengembangan atraksi, amenitas, dan aksesibilitas serta harapan dukungan pemasaran dan promosi.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan terkait dukungan kegiatan, dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan petunjuk teknis (juknis) pengajuan kegiatan.

Petunjuk teknis ini dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dalam membuat proposal dukungan kegiatan.

“Sehingga dapat diidentifikasi sejak awal mana event yang bisa masuk dalam skala lokal atau nasional,” kata Rizki Handayani.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan