Bandung Side, Braga – Hangry Aya Di Bandung, brand multi virtual restaurant pertama di Indonesia, hadir di Bandung sebagai outlet yang ke 41 di jl. Dipati Ukur terungkap saat prescon yang digelar di de Braga Hotel Bandung, Kamis (13/1/2021).
Restoran dengan berbagai macam brand yang fokus pada layanan pesan antar menyajikan menu beragam terinspirasi konsep cepat saji model cloud kitchen hadir di Bandung meramaikan khasanah kuliner.
Model cloud kitchen satu lokasi dapur digunakan oleh beberapa brand untuk memproses pesanan dan menyajikannya dalam kemasan higienis dalam satu kali hantaran dibangun Hangry sejak November 2019.
Memiliki 5 brand yakni Moon Chicken, San Gyu, Dari Pada, Nasi Ayam Bude Sari dan Ayam Koplo menjawab kebutuhan makanan dan minuman cepat saji yang bukan hanya enak tapi sehat dan menyehatkan.

“Kehadiran Hangry di Bandung merupakan langkah penting bagi kami dalam mencakup wilayah yang lebih luas dan menjadi lebih dekat dengan pelanggan,” kata Abraham Viktor, CEO Hangry.
Memiliki visi untuk memberikan kegembiraan pada tiap momen hadir untuk pelanggan di Bandung sebagai outled ke 41 menjadi optimisme untuk mencapai target 150 outlet diseluruh Indonesia pada akhir tahun 2021, lanjut Abraham.
“Bandung dikenal sebagai kota surganya kuliner di Indonesia, membuat kami optimis dan membuktikan bahwa Hangry juga bisa menjadi pilihan masyarakat dengan menu terbaik dari 5 brand tersebut,” ujar Abraham Viktor.

Hadirnya outlet ke 41 di Bandung dalam waktu satu tahun lebih membuat Hangri optimis dalam membangun bisnis kuliner yang sebelumnya sudah dekat dimasyarakat Jabodetabek, menurut Rei Safia, Head of Marketing Communications Hangry.
“Perjalanan Hangry di khasanah kuliner dari mulai beroperasi mencapai prestasi penjualan hingga 15 kali lipat. Bahkan capaiannya dapat menyajikan lebih dari 500.000 porsi makanan perbulannya,” kata Rei Sefia.

Salah satu brand Hangry, yaitu San Gyu, tambah Rei, berhasil menjadi juara dan mendapatkan penghargaan sebagai Pejuang Pandemi 2020 yang diadakan oleh Go Food.
“Kehadiran Hangry bukan hanya sekedar berbisnis, namun juga terlibat dalam kegiatan sosial yaitu acara amal #PahalaDiRumah yang berkolaborasi dengan BenihBaik.com. Selain itu acara amal dari brand Ayam Koplo juga terlaksana secara rutin,” ungkap Rei Sefia.

Kemitraan Bersama Hangry
Pencapaian dan perkembangan Hangry hingga saat ini mempunyai tujuan untuk menjadi top mind bagi masyarakat akan produk makanan dan minuman di Indonesia.
Melalui inovasi yang difokuskan untuk menjawab kebutuhan pelanggan dalam mendukung aktifitas serta menemani tiap momen penting aktifitas sehari-hari, Hangry juga membuka kesempatan bermitra bagi masyarakat yang berjiwa enterpreneur.
“Hangry tidak ingin meraih kesuksesan dalam berusaha sendirian, apalagi dalam mengedukasi masyarakat tentang model bisnis cloud kitchen yang pertama di Indonesia,” kata Elviro Novianus, Head of Business Partnership.

Bermitra dengan Hangry bagi pelaku enterpreneur akan memperoleh potensi keuntungan kompetitif dalam durasi waktu tertentu, lanjut Elviro.
“Mitra dibebaskan biaya operasional, mulai dari biaya pemasaran, tenaga kerja, bahan baku dan lainnya. Belum lagi keuntungan dari 5 brand dari Hangry dan bisa menjadi potensi keuntungan lainnya bila brand bertambah,” ungkap Viro sapaan akrab Elviro.
“Untuk bisa bermitra dengan Hangry, cukup mengajukan melalui alamat email partnership@ishangry.com . Manajemen akan menyampaikan dengan detail skema kerjasama dan prospek bermitra,” ungkap Viro.
Selain didukung oleh Sumber Daya Manusia yang terbaik, Hangry memiliki konsep Cloud Kitchen sehingga apa yang disajikan dalam menu disetiap brand-nya melalui proses standarisasi makanan, minuman enak dan sehat ala Hangry.

Selain itu, Hangry dalam operasionalnya menjangkau pelanggan juga didukung oleh hadirnya Hangry App yang turut menjembatani pebisnis makanan dengan pelanggan, sehingga dengan mudah data yang komprehensif dapat meningkatkan proses analisa bisnis tren production dapat diketahui.
“Memasuki masa pandemi merupakan momen terbaik bagi Hangry dan mitra, konsep Cloud Kitchen menjadi cara terbaik dekat dengan pelanggan dalam menerapkan protokol kesehatan dengan didukung SDM terbaik dan digitalisasi. Sehingga Dine-In dapat diantisipasi dengan virtual, baik GrabFood, GoFood, Hangry App dan take a way,” pungkas Elviro Novianus.***