4.233 Kamar Hotel Disiapkan untuk Lokasi Isolasi Pasien

Bandung Side , Jakarta – 4.233 kamar hotel untuk lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala, gejala ringan dan akomodasi tenaga kesehatan dalam program Reaktivasi Industri Perhotelan.

Melalui Pendukungan Akomodasi Masyarakat Berstatus Pasien Terkonfirmasi Tanpa Gejala dan Tenaga Kesehatan terus bertambah.

Kemenparekraf bersama Kementerian Kesehatan serta pihak terkait berupaya memastikan kesiapan hotel, perangkat lainnya dalam memberikan layanan bagi masyarakat.

Total jumlah yang diusulkan oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia mencapai 4.233 kamar tersebar di Jakarta, Bali dan Kalimatan Selatan.

“Persiapan ini penting, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Jangan sampai hotel tempat isolasi justru menjadi klaster baru,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2020).

Sebanyak 2.015 kamar hotel di DKI Jakarta telah selesai dilakukan verifikasi oleh Kementerian Kesehatan sehingga siap digunakan sebagai lokasi isolasi pasien juga akomodasi bagi tenaga kesehatan.

“Diluar Jakarta, disiapkan 500 kamar di Bali dan 435 di Kalimantan Selatan untuk isolasi pasien juga akomodasi tenaga kesehatan,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah menyiapkan hotel yang masih bisa dipergunakan jika diperlukan penambahan. Terdiri dari 9 hotel di DKI Jakarta dan 10 hotel di Bali telah dilakukan verifikasi Kementerian Kesehatan.

Persyaratan hotel memenuhi kriteria sesuai pedoman penanganan COVID-19 Kementerian Kesehatan adalah memiliki ruang penerimaan pasien untuk melakukan triage; ada tim sudah dilatih desinfeksi; tersedia mini hospital; memiliki alat pelindung standar petugas hotel; makanan dan minuman diantar ke depan kamar pasien oleh petugas; serta tersedia jalur evakuasi jika pasien kondisinya memburuk.

Selain itu juga tersedia akomodasi bagi petugas kesehatan dan pengamanan; tersedia tempat penyimpanan sementara limbah medis dan infeksius sebelum diangkut ke tempat pengolahan khusus limbah medis; serta petugas hotel harus sehat, tidak memiliki penyakit penyerta, dan telah melakukan pemeriksaan PCR dengan hasil negatif COVID-19.

Wishnutama menjelaskan, menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Kesehatan kapan dimulainya hotel tersebut menjadi lokasi isolasi pasien konfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan.

“Saya mengapresiasi kesiapan dan dukungan dari industri perhotelan dalam program ini. Pemerintah terus menambah tempat isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala, gejala ringan dalam rangka pengendalian COVID-19,” kata Wishnutama.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan