BANDUNG SIDE , Bintan – Menparekraf menyerahkan sertifikat pertama Indonesia Care (IDoCare) sebagai salah satu bentuk kesiapan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan protokol kesehatan CHSE dengan baik.
Menparekraf, Wishnutama saat “Kampanye Indonesia Care” di kawasan Lagoi, Bintan, Kepri, Sabtu (26/7/2020) menjelaskan Kepri khususnya Bintan memiliki potensi pariwisata yang besar, dan juga menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Alasan utama Kemenparekraf memilih pulau Bintan menjadi tempat pertama penyerahan sertifikat CHSE karena Bintan merupakan one of the lowest hanging fruit memiliki potensi besar pengembangan pariwisata ke depan,” ujar Wishutama.

“Kampanye Indonesia Care” dihadiri jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Ketua Kadin Rosan P Roeslani, dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.
Wishnutama juga menjelaskan, Kampanye Indonesia Care sebagai sebuah strategi komunikasi untuk mempromosikan protokol CHSE. Implementasi protokol CHSE di destinasi wisata, kata Wishnutama, dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. Apalagi, pariwisata Indonesia ke depan akan mengarah kepada pariwisata berkualitas.
“Implementasi nyata dari kampanye ini adalah melalui proses sertifikasi dan labelling Indonesia Care. Program ini merupakan proses audit dan verifikasi standar protokol CHSE kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah melaksanakan uji coba destinasi,” ujarnya.
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, Bintan menjadi tujuan wisata siap menerapkan protokol kesehatan dengan kondisi zona hijau dan berada di lintas perbatasan antarnegara.

“Bintan menjadi pengungkit pertama sektor pariwisata Indonesia. Namun ini hanya bisa dicapai dengan penerapan protokol yang disiplin dan siap. Kepri masuk dalam zona hijau. Tingkat kesembuhan 64,7 persen, confirm fatality rate di bawah nasional yaitu 3 persen, jumlah aktif pasiennya 605 orang,” ujar Airlangga Hartanto.
Airlangga mengatakan, dengan potensi ini, aktivitas sektor pariwisata bisa dilakukan kembali dengan memulai pasar dari wisatawan nusantara (wisnus). Juga bisa dengan memulai kegiatan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions).
“Seperti istilah yang dikatakan Presiden bahwa jika sudah siap, sektor pariwisata bisa di restart dan di rebooting dari Kepri. Melalui peluncuran CHSE dengan memberikan sertifikat Indonesia Care, maka kegiatan pariwisata harus menggunakan protokol yang ketat,” ujar Airlangga.***