Gunakan Batik dalam Setiap Karya Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

BANDUNG SIDE , Jakarta – Pelaku ekonomi kreatif hendaknya tak segan dan selalu menggunakan batik sebagai materi dalam setiap karyanya termasuk dibidang fashion, kriya dan interior.

Hal tersebut terungkap saat acara Virtual Talkshow Obrolan Tentang Batik, yang mengusung tema “Batik Representatif Indonesia Untuk Fashion, Kriya dan Interior, Kamis (27/8/2020).

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, MM, menjelaskan keunikan batik yang terletak pada motif dan warna tiap daerah dapat dikolaborasikan dengan fesyen dan desain interior. Hal tersebut pun dapat dijadikan inovasi untuk mendukung roda perekonomian di Indonesia yang terdampak COVID-19.

“Meskipun kita punya batik ini sudah dikenal di seluruh dunia, tapi kita harus coba mempertahankan dan menyebarluaskan dalam fase pandemi ini. Kami mendorong serta mengajak para pelaku ekonomi kreatif agar tetap produktif di masa adaptasi kebiasan baru ini untuk mendukung roda perekonomian Indonesia yang terdampak COVID-19,” ujar Wisnu.

Wisnu menambahkan, bahwa parekraf di bidang kriya, fesyen, dan desain interior juga harus didukung dengan kompetensi dan sertifikasi agar karya yang dihasilkan pun berkualitas serta memiliki nilai jual tinggi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Muhammad Ricky Fauziyani, S.Sos., M.Pd, menjelaskan bahwa Kemenparekraf akan memfasilitasi para pelaku parekraf di bidang kriya, fesyen, dan desain interior untuk mendapat skema pembelajaran untuk menunjang kemampuan.

“Jadi nanti kita juga akan membuat satu skema satu pembelajaran dan itu sifatnya gratis,” jelas Ricky.

Manajer Pemasaran Lembaga Sertifikasi Profesi Batik, Rahayu Sulistyowati, berharap kain batik terus dikolaborasikan dengan subsektor fashion hingga desain interior menghasilkan inovasi baru agar diterima oleh masyarakat.

“Dengan selembar kain yang berkualitas lalu kita kolaborasikan dengan fesyen akan menghasilkan sesuatu yang bagus. Dari kolaborasi ini, kami membutuhkan dukungan pemerintah dalam kaitannya dengan market. Jadi intinya di masa pandemi ini meskipun terjadi penurunan di omzet saya berharap kolaborasi tetap berjalan,” ujar Rahayu.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan