Bandung Side, Majalaya – PT. Sinar Sari Sejati jl Raya Laswi, Desa Padamulya, Majalaya diperintahkan Satgas Sektor 4 Citarum Harum menghentikan produksi, Selasa (3/3/2020) pukul 16.17 WIB setelah ditemukan limbah cair hasil produksinya mengalir kesaluran drainase warga.
Bahkan hingga pukul 16.57 WIB air limbah meluber yang menyebabkan banjirnya area IPAL PT Sinar Sari Sejati dikarenakan meluapnya kolam inlet yang diikuti dengan lumpur atau endapan panas berminyak serta bau. Saat itu juga, produksi dihentikan.
Keesokan harinya, Rabu (4/3/2020) Komandan Sektor 4 (Dansektor 4) Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Nurdin memanggil owner atau pihak perusahaan untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasikan temuan limbah cair yang mengalir di saluran drainase di antara permukiman warga tersebut. Pihak perusahaan pun bertemu dengan Komandan Sektor 4 dan Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Letda Arh. Dwi Iswantoro di Posko Sektor 4 guna diminta keterangan.

Pada pertemuan itu, Satgas Citarum Harum memerintahkan pihak perusahaan untuk menghentikan produksi hingga IPAL nya diperbaiki. Menurut Kolonel Inf Asep Nurdin, melubernya limbah cair ke saluran drainase dari lokasi IPAL itu, diduga akibat keteledoran pihak perusahaan setelah melakukan full produksi sejak Senin (2/3/2020).
“Akibat perusahaan melakukan full produksi dari sejak 3 minggu tidak produksi, limbah cair berasal dari bak IPAL meluap tanpa dikontrol oleh pegawai IPAL. Itu akibat tidak profesionalnya dalam pengelolaan IPAL,” kata Kolonel Asep Nurdin.
Ditegaskan Asep Nurdin, meluapnya limbah cair ke drainase itu, disebabkan pula oleh endapan lumpur yang cukup tebal di bak IPAL tersebut. “Dampak dari melubernya limbah tersebut, rembesannya masuk ke PT Timbul Jaya dan CV Sungai Indah yang ada di samping perusahaan tersebut,”ungkap Asep Nurdin.
“Dampaknya melubernya limbah tersebut, selain ke saluran drainase air hujan yang ada di sekitar rumah warga, juga warga setempat turut terkena dampak melubernya limbah tersebut,” kata Dansektor 4.
Satgas Sektor 4 Sub Desa Padamulya turut menjelaskan kronologis penemuan limbah cair yang meluber ke saluran drainase yang masuk permukiman warga. “Awalnya masuk laporan dari warga, ada aliran limbah dengan warna lebih mencolok di saluran Sungai Cikacembang yang melawati permukiman warga. Kemudian warga melaporkan temuan itu ke Satgas Citarum Harum,” ungkap Asep Nurdin.
Atas dasar laporan itu, lanjutnya, Satgas Sektor 4 melakukan penelusuran di kawasan PT. Timbul Jaya, ternyata tak ada masalah di pabrik tersebut. Meski sebelumnya ada rembesan limbah yang masuk ke pabrik PT Timbul Jaya.

“Ternyata rembesan limbah cair itu berasal dari PT Sinar Sari Sejati. Kita pun melakukan sidak ke PT. Sinar Sari Sejati, dan ternyata ditemukan produksi limbah cair di pabrik tersebut over load dari kapasitas IPAL. Itu akibat produksinya terlalu banyak,” jelas Asep Nurdin.
Ditegaskan Dansektor 4, selain mengalami over load produksi limbah cair, juga tebalnya endapan lumpur pada bak IPAL tersebut, sehingga mengurangi tampungan produksi air limbah. “Akibat produksi limbah over load, kita menyelidiki tumpahan limbah yang meluber ke mana-mana. Selain di kawasan pabrik, juga meluber ke drainase yang menjadi saluran air hujan dari rumah warga,”tutur Asep Nurdin.
“Kapasitas IPAL di PT. Sinar Sari itu mencapai 4000 meter kubik secara teori sudah bagus, itupun dikurangi dengan pengendapan lumpur yang berada dibak bak pengolahan limbah yang belum sempat diangkat sehingga mengurangi daya tampung maksimal limbah, dia paksa 2.000-2.500 meter kubik produksi air limbahnya. Full produksi itu, setelah sebelumnya selama 9 bulan lalu, produksinya dibawah rata-rata 1.500 meter kubik per harinya,” pungkas Kolonel Asep Nurdin.***