Sinergi Satgas Sektor 21 Bersama KKN Tematik Unisba Gelar GPS di Kelurahan Melong, Cimahi Selatan

Bandung Side, Cimahi Selatan – Minggu ke-2 sejak Tanggal 10 November 2019 Mengawali KKN Tematik, Mahasiswa Unisba bersinergi dengan Satgas Sektor 21 Citarum Harum menggelar kegiatan pelatihan pembuatan barang eco friendly dari sampah an-organik menjadi barang bernilai ekonomi tinggi dan melaksanaan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dilingkungan RW 31, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Sabtu (16/11/2019).

Pelatihan pembuatan barang eco-friendly yang berasal dari sampah an-organik yang diikuti oleh 40 Kader PKK RW 31 Kelurahan Melong secara bergantian tiap minggunya bersama 30 mahasiswa Unisba dilakukan di kantor RW 31 Kelurahan Melong jl.Melong Raya. Sampah an-organik yang berasa dari gelas air minum kemasan, koran bekas,sedotan bekas dan aneka bungkus kemasan kopi dan minuman satset menjadi bahan baku dibuat barang eco friendly.

Barang eco-friendly menjadi alternatif bijak mengatasi sampah oleh KKN Tematik Unisba

Rabiatul Adwiyah, dosen pembimbing KKN Tematik Unisba mengatakan,” pelatihan pembuatan barang eco friendly berupa kerajinan tangan yang berasal dari sampah an-organik kepada kader PKK RW 31 Kelurahan Melong, berharap dapat menumbuh-kembangkan jiwa entrepreneur untuk mengelola sampah an-organik dirumah tangga menjadi barang yang bernilai ekonomi dan bernilai jual tinggi”.

Selain itu, tambah Rabiatul, kader PKK RW 31 Kelurahan Melong selanjutnya dapat menularkan pelatihan ini kepada Karang Taruna dan warga lainnya untuk bijak dalam memperlakukan sampah rumah tangganya. Barang eco-friendly yang dibuat diantaranya tas, dompet, tikar berasal dari bungkus kemasan kopi satset; coster gelas dan piring dari sedotan bekas dan kertas koran bekas; taplak meja dari potongan kertas koran, tempat gelas minuman kemasan dari ring minuman kemasan yang dikombinasi dengan sedotan.

Tas, tikar, coster, taplak meja menjadi barang eco-friendly yang berasal dari sampah an-organik oleh KKN Tematik Unisba.

“Kegiatan selanjutnya dengan menggelar Gerakan Pungut Sampah (GPS) dilakukan dilingkungan seputar RW 31, yakni secara langsung sampahnya dipisah dari karung organik dan an-organik. Selanjutnya dikumpulkan dilokasi TPS 3R RW 31 Kelurahan Melong. Kegiatan yang lainnya dengan memberikan 8 ember plastik sebagai tempat sampah organik yang dibagikan kepada salah satu rumah kader PKK, lokasi rumah kontrakan dan kost serta lokasi Taman Kanak-Kanak di Kelurahan Melong. Minggu depan KKN Tematik Unisba juga akan melakukan penanam 100 pohon buah diantaranya mangga dan jambu air yang lokasinya akan ditentukan oleh Dansektor 21, Kolonel Inf. Yusep,”jelas Robiatul.

Gerakan Pungut sampah (GPS) oleh KKN Tematik Unisba bersinergi dengan Satgas Sektor 21 Subsektor 13 di RW 13 Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Sabtu (16/11/2019).

Menurut perwakilan Satgas Sektor 21 Citarum Harum, Subsektor 13 Serka Lilik Puji Widodo bahwa sinergi Satgas Sektor 21 bersama KKN Tematik Unisba dalam rangka merubah perilaku masyarakat terhadap sampah. “Sampah bukan musuh, tapi sampah bisa dijadikan sahabat dengan cara diberdaya gunakan menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti yang dilakukan oleh adik-adik KKN dari Unisba dengan mengadakan pelatihan kerajinan tangan membuat barang eco-friendly yang dapat dijual atau dimanfaatkan menjadi barang hiasan dirumah,”jelas Serka Lilik.

Selain itu, tambah Serka Lilik, semangat dalam GPS juga dicontohkan adik-adik KKN Unisba agar lingkungan sekitar rumah bersih dari sampah dan membuang sampah pada tempatnya dengan dipilah dan dipilih terlebih dahulu. Masih banyak peluang untuk memanfaatkan limbah rumah tangga atau sampah an-organik menjadi barang baru yang ramah lingkungan.

8 Ember sampah organik yang dibagikan oleh mahasiswa KKN Tematik Unisba di RW 31 Kelurahan melong, Cimahi Selatan sebagai upaya laku bijak dan merubah perilaku masyarakat akan memberdayakan sampah rumah tangganya, Sabtu (16/11/2019).

“Menjadikan sampah sebagai sahabat dalam upaya menghindari pencemaran Sungai Cikendal yang membelah Kota Cimahi dan Kota Bandung yang harus ditangani serius. Selain banjir yang harus diantisipasi dengan merubah perilaku masyarakat membuang sampahnya ke sungai, juga mencegah pencemaran air resapan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Melong dalam aktifitas sehari-hari pada sumur gali atau sumur pompanya. RW 31 Kelurahan Melong yang dihuni kurang lebih sekitar 296 KK ini juga akan dapat memanfaatkan air bersi pada sumur gali dan sumur pompanya jika sampah dan Sungai Cikendal bersih,”pungkas Serka Lilik.***

Tinggalkan Balasan