Bandung Side, Majalaya – “Kebersihan Sebagian dari Iman dan Allah SWT mencintai orang yang bertaubat dan menjaga kebersihan”, pesan yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Majalaya, H. Maman Kariman, S.Pd., saat kegiatan sosialisasi Program Citarum Harum yang digelar Satgas Sektor 4 Citarum Harum di jl. Laswi No.12, Komplek Masjid Besar Kecamatan Majalaya, kamis (21/11/2019).
Maman menyampaikan apresiasi positif dan ucapan terima kasih kepada Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso telah menjadikan SMK Muhammadiyah, Majalaya sebagai tempat sosialisasi Program Citarum Harum yang manfaat dan pesannya akan dipraktekkan dilingkungan sekolah dan lingkungan siswa dirumah masing-masing. Selain itu, khususnya untuk siswa SMK Muhammadiyah dapat memahami akan arti pentingnya menjaga lingkungan dan menjaga Sungai Citarum agar tidak sebagai tempat membuang sampah yang dapat mengakibatkan sumber penyakit dan kejadian banjir di Majalaya diakibatkan karena ulah manusia sendiri.

“Semoga sosialisasi Program Citarum Harum di SMK Muhammadiyah tidak berhenti sampai disini, tapi berkelanjutan menjadi aksi dan karya nyata bagi siswa khususnya,”pungkas Maman saat membuka acara.
Pemateri sosialisasi Program Citarum Harum dari Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Bandung, Noor Rochman, Kepala UPT Pengangkutan Sampah menyampaikan bahwa rusaknya Sungai Citarum akibat pencemaran limbah industri dan limbah domestik mengakibatkan perubahan besar baik sosial maupun budaya di Kecamatan Majalaya. Budaya bertani dan berternak ikan air tawar pada kolam tidak bisa menjadi solusi berekonomi dikarenakan tercemarnya Sungai Citarum yang mengakibatkan hasil panen tidak maksimal dan kematian pada ikan. Kerugian sekitar 10 Trilyun rupiah per-tahun bila pasokan ikan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat bila tidak bisa memenuhi sendiri dari hasil berternak ikan. Belum kerugian lain yang diakibatkan kerusakan Sungai Citarum, seperti pemenuhan air bersih yang aman, pasokan listrik yang dihasilkan dari beberapa bendungan yang dialiri Sungai Citarum dan lain-lain termasuk kesehatan yang menjadi faktor utama membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Upaya Satgas Sektor 4 Citarum Harum dalam menjaga pencemaran dan melestarikan Sungai Citarum harusnya menjadi perhatian masyarakat dan seluruh komponen masyarakat Majalaya, khususnya adik-adik SMK Muhammadiyah. Mulai dari operasi susur sungai untuk menjaga sungai dari industri yang bandel membuang limbah cairnya tanpa dikelola melalui IPAL, mengidentifikasi warga yang belum memiliki septictank dirumahnya sehingga langsung dibuang ke anak sungai atau aliran irigasi yang dapat menimbulkan penyakit. Menanam pohon sebagai upaya menjaga lingkungan dan sebagai sarana tangkapan air serta sebagai penyedia udara bersih secara gratis agar terhindar dari polusi udara dan lain-lain kegiatannya,”papar Noor Rochman.
Sosialisasi Program Citarum Harum oleh Satgas Sektor 4 diikuti dengan antusias oleh murid-murid SMK Muhammadiyah yang telah mendapatkan akreditasi A sebagian besar adalah siswi, hal tersebut dikarenakan sebelumnya berstatus SMEA yang identik dengan siswa putri. Feed back materi yang dibawakan oleh Noor Rochman mendapatkan sejumlah pertanyaan kritis dari siswi SMK Muhammadiyah diantaranya cara mengelola sampah rumah tangga, cara mengelola limbah B3 yang dihasilkan oleh rumah tangga, cara mencegah oknum yang membuang sampah di Sungai Citarum dan apa solusi menangani sampah.

Noor Rochman menyampaikan bahwa dilingkungan SMK Muhammadiyah, Majalaya sudah cukup baik dengan adanya tong-tong sampah disetiap sudut kelas dan dibeberapa lokasi lalu-lalangnya siswa dan guru. Hal tersebut merupakan contoh sederhana bahwa sampah harus dibuang pada tepatnya, tinggal aksi selanjutnya dengan memilah, memilih dan mengola sampai bisa dimanfaatkan kembali sampah tersebut atau biasa dikenal dengan 3R, Reuse mengurangi, Reduce memanfaatkan dan Recycle atau mendaur ulang.
Untuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3, lanjut Noor, ada pihak ke-tiga yang mengelola nya. Cara tertentu perusahaan yang mengelola agar aman hasil olahannya buat liangkungan dan manusia. Sedangkan untuk limbah B3 yang dihasilkan oleh rumah tangga hendaknya dikumpulkan seperti lampu neon, batre bekas, zat kimia untuk keperluan cat atau sisa bahan campuran masakan yang mengandung kimia sebelum dibuang ke tong sampah agar petugas sampah bisa memisahkan pembuangannya di TPS Akhir.

“Bila adik-adik mengetahui ada yang membuang sampah sembarangan bahkan dibuang ke sungai, hendaknya ditegur terlebih dahulu secara sopan, bila tidak mengindahkan bisa difoto kemudian laporkan ke Satgas Citarum Harum agar diberi pembinaan,”pungkas Noor.
Sosialisasi Program Citarum Harum dilanjutkan dengan aksi membuat lubang biopori atau dikenal dengan Lubang Cerdas Organik (LCO) yang fungsinya sebagai lubang resapan air dan bisa juga digunakan sebagai penampungan sampah organik. Sampah organik yang bisa dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanaman. Selain itu, LCO bermanfaat ekonomis yaitu menghemat biaya membuang sampah yang cocok untuk masyarakat perkotaan yang kurang memiliki lahan terbuka.

“LCO sebagai cara alternatif mengelola sampah organik bagi rumah tangga, jadi adik-adik bisa membuat dilingkungan sekolah yang nanti akan dibantu caranya oleg anggota Satgas Sektor 4 atau dibuat dirumah masing-masing,”pungkas Noor.***