Peserta KKN Universitas Budi Luhur Bersinergi Dengan KSM Untuk Kelola Sampah Jadi Barang Ekonomis.

Bandung Side, Majalaya – Peserta KKN Universitas Budi Luhur melaksanakan program kerjanya bersinergi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur, Desa Neglasari mengadakan kegiatan pelatihan mengelola sampah yang bernilai ekonomis di Bank Sampah Budi Luhur bersama warga Kampung KB di RW 08, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Rabu (7/8/2019).

Umi Tutik Asmawi, Ketua KSM Nyiur yang merupakan KSM binaan Universitas Budi Luhur sekaligus sebagai pengelola Galeri Bank Sampah Budi Luhur bersama mahasiswa KKN Universitas Budi Luhur mengedukasi masyarakat khususnya untuk masyarakat Kampung KB mengenai cara mengelola sampah menjadi barang yang bernilai. “Edukasi berupa pelatihan membuat barang yang bernilai lebih lainnya merupakan proses dari Recycle sampah bungkus plastik cangkang kopi atau sabun cuci untuk dijadikan barang atau produk baru yang bermanfaat, seperti tas, dompet, tempat tissue dan lain-lain,”kata Umi Tutik.

Peserta KKN Universitas Budi Luhur bersinergi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur, Desa Neglasari, Majalaya dalam pelatihan mengelola sampah, Rabu (7/8/2019)

Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Budi Luhur bersama Umi Tutik dalam mengedukasi masyarakat terhadap cara mengelola sampah untuk dijadikan barang yang bermanfaat lainnya sangat diminati oleh warga Kampung KB,RW 08, Desa Neglasari. Kehadiran Umi Tutik Asmawi bersama peserta KKN Universitas Budi Luhur untuk melatih masyarakat mengenai cara mengelola sampah agar lebih kreatif, seperti yang dicontohkan saat memanfaatkan bungkus plastik cangkang kopi menjadi tikar, tas, dompet. Kegiatan pengolahan sampah ini selain mengedukasi cara mengelola sampah, juga untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah serta melalui karya sampah tersebut dapat memberikan dampak positif pada pembangunan perekonomian masyarakat dengan melakukan bisnis hasil karya dari sampah.

Umi Tutik, Ketua KSM Nyiur, Desa Neglasari, Majalaya (kerudung merah) saat memberi arahan pelatihan mengelola sampah, Rabu (7/8/2019)

Umi Tutik kembali mengatakan, “Tujuan dari mengenal mengelola sampah adalah bagaimana mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah tapi dipilah dan dipilihnya sampah dari rumah masing-masing, kemudian dapat diola. Pada proses diola tersebut, sampah tersebut menjadi bahan edukasi daur ulang. Dan jangan lupa bahwa melalui kegiatan ini untuk mendongkrak ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah dan membantu penanggulangan kemiskinan”.

Peserta pelatihan mengelola sampah menunjukkan hasil karyanya berupa dompet cantik yang berasal dari sampah plastik cangkang kopi.

Diharapkan dengan hadirnya mahasiswa KKN Universitas Budi Luhur beserta Bank Sampah Budi Luhur dapat memberikan manfaat serta kesadaran masyarakat Desa Neglasari mengenai pemberdayaan sampah sehingga mampu mengembangkan potensi SDM untuk meningkatkan perekonomian dan kualitas masyarakat Desa Neglasari, Majalaya.***

Tinggalkan Balasan