Bandung Side, Otista – Riung Priangan sebuah asosiasi kumpulan property hotel yang diwakili oleh General Manager (GM) memiliki agenda besar untuk pemulihan tingkat kunjungan hotel dan pariwisata Kota Bandung di masa Kebiasaan Baru dengan menggelar jumpa pers gathering yang bertemakan “Reborn”, di Arion Swis Belhotel, jl Otto Iskandar Dinata No. 16 Bandung, Jumat (24/7/2020).
Tema “Rebound” diusung sebagai salah satu simbol bahwa Riung Priangan memiliki kepengurusan baru yang telah dibentuk saat pandemi Covid-19 merontokkan perekonomian Indonesia, membawa dampak merosotnya industri pariwisata khususnya perhotelan.
Seakan tidak mau berlama-lama untuk membangkitkan kembali industri pariwisata di Kota Bandung agar tetap berdenyut dan membawa wisatawan untuk menikmati pesona Kota Bandung. Sejumlah agenda besar dimana suatu kegiatan akan dilakukan dengan bekerja sama dengan beberapa pihak lain yang tujuannya untuk memulihkan pertumbuhan hotel & pariwisata dimasa pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan gathering “Riung Priangan Rebound” yang diselenggarakan di Four Points by Sheraton Bandung, disajikan pemaparan visi misi Riung Priangan, Penyematan Pin kepada Para Senior GM, kemudian juga memperkenalkan tentang Kepengurusan Riung Priangan yang baru.

Ketua Riung Priangan Arief Bonafianto, berencana ke depannya bahwa Riung Priangan juga akan mencanangkan beberapa kegiatan di masa pandemi covid 19 ini .
“Saat ini ada beberapa acara yang sedang dijalankan yang merupakan hasil kerja sama PHRI dan Dinas Pariwisata diantara nya Bandung Great Sale & West Java Great Sale 2020. Diharapkan kegiatan tersebut bisa membantu, mempromosikan dan mengajak masyarakat untuk berkunjung kembali ke Bandung, “ujar Arief Bonafianto saat di Four Point Hotel Jl. Ir. H. Juanda No.46 Bandung.
Riung Priangan yang berkolaborasi dengan seluruh insan perhotelan, restoran, dan unsur pendukung pariwisata lainnya diharapkan bisa menjadi wadah kreasi yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara sehingga dapat membantu pemulihan pariwisata Bandung-Jawa Barat sebagai tujuan pariwisata terkemuka di Indonesia, lanjut Arief.

Guna menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam dunia pariwisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jawa Barat (Jabar) sudah menerapkan standar opersional prosedur (SOP) sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
SOP berupa CHSE (cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability) bertujuan untuk mengoptimalkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan masyarakat memasuki masa adaptasi kebiasaan baru guna memutus penyebaran Covid-19 dalam mengembalikan kondisi ekonomi pariwisata di Jabar.
Menurut Arief, sebelum beroperasi kembali, seluruh restoran dan hotel yang termasuk aggota PHRI Jabar melakukan simulasi, sosialisasi, dan uji coba pelaksanaan CHSE tersebut. “Penerapan CHSE ini melibatkan semua bagian dalam industri pariwisata seperti hotel mulai dari karyawan, tamu, sampai fasilitas hotel maupun restoran, “jelas Arief.
Saat ini, hampir semua hotel membatasi kapasitas tamu hotel yang hanya 50 persen dari keseluruhan room yang dimiliki. Hotel menyediakan layanan khusus kepada tamu yang ingin melaksanakan isolasi mandiri, menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan pembersih tangan (handsanitizer) di depan hotel atau tempat strategis lainnya.

Pemberlakuan screening pengunjung sebelum memasuki lokasi hotel seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, dan jaga jarak dalam menggunakan fasilitas hotel seperti lift. Pembatasan aktivitas tamu hanya di dalam kamar yang dapat memanfaatkan layanan kamar (room service), serta menutup fasilitas hotel yang dapat menciptakan kerumunan orang dalam area hotel,
Sementara untuk karyawan hotel, manajemen memastikan dalam keadaan sehat dan mewajibkan menggunakan masker, sarung tangan, dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.
“Riung Priangan saat ini memiliki 68 member aktif, berisikan para GM Hotel bintang 2, 3, 4 dan 5 yang ada di sekitar Kota Bandung. Dengan solid menyampaikan bahwa siap menerima wisatawan, karena Bandung masih menarik bagi wisatawan, “pungkas Arief Bonafianto.***