Bandung Side, Trans Studio Bandung – Iwa Gartiwa pimpin Kadin Kota Bandung periode 2021-2026 dengan program kerja melalui strategi kolaborasi, akselerasi, digitalisasi dan inovasi guna membangkitkan ekonomi Kota Bandung.
Strategi Iwa Gartiwa pimpin Kadin dalam melaksanakan program kerja Kadin Kota Bandung periode 2021-2026 tersebut terungkap saat usai pelantikan 200 pengurusan baru dan 16 wakil ketua .
Pelantikan yang dilaksanakan secara langsung oleh Wakil Ketua Bidang Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pembinaan (OKP) Kadin Provinsi Jabar, Ferry Sandiyana yang disaksikan oleh Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara, Ketua DPRD Provinsi Jabar Taufik Hidayat, di Trans Convention Center jl. Gatot Subroto, Bandung pada Jumat, (25/3/2022).
Ketua Kadin Kota Bandung, Iwa Gartiwa periode 2021-2026 mengatakan, dalam lima tahun ke depan, tantangan dan tuntutan masyarakat sangat besar dan dinamis, sehingga dibutuhkan kekompakan dan kesolidan organisasi.
Iwa Gartiwa menyadari bahwa sinergi Kadin Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bandung khususnya menjadi kunci akselerasi kebangkitan ekonomi Kota Bandung.
“Seperti yang kita tahu dan rasakan bersama, pandemi Covid-19 yang ditetapkan sebagai bencana nasional sejak bulan Maret 2020, memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Kota Bandung dimana pertumbuhan ekonomi kota Bandung –2,28%,” ujar Iwa Gartiwa.

Anggota Kadin Kota Bandung juga merasakan dampak pandemi Covid-19 ini, yakni sektor pariwisata khususnya perhotelan, MICE merasakan dampak yang paling tinggi.
Tingkat hunian yang menurun drastic, sektor manufaktur yang mengalami penurunan permintaan dan berakibat pada terganggungnya cashflow dan bahkan harus melakukan pemutusan hubungan kerja.
Sektor perdagangan juga mengalami dampak yang signifikan dengan diberlakukannya PPKM guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Pada pertengahan 2020, Pengurus Kadin Kota Bandung membuat sebuah gerakan untuk mendorong ekonomi kota Bandung dengan nama Gerakan Ekonomi Bandung Bangkit (GEBB) yang bertujuan untuk mendorong kesadaran pelaku usaha menjalankan usaha dengan menerapkan Prokes dan mengajak masyarakat khususnya Kota Bandung untuk membeli produk Pelaku Usaha Kota Bandung.
Gerakan Ekonomi Bandung Bangkit ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Bandung dan Ketua DPRD Kota Bandung. Bahkan, menjadi bagian dari program Komite Pemulihan Ekonomi Kota Bandung (KPED) dimana kami selaku Ketua Kadin Bandung menjadi Wakil Ketua KPED Kota Bandung.
Khusus bagi UMKM Binaan Kadin Kota Bandung yang nota bene juga anggota Kadin Bandung, mengadakan kegiatan Kamis Manis Ngobrol Bisnis dan Coffee Monday.
Kegiatan ini terselenggara secara pentahelix yaitu melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, pemeringah dan media sebagai narasumbernya.
“Lewat program yang telah dibangun oleh Kadin, yaitu Kamis Manis Ngobrol Bisnis, dan Coffee Monday, semoga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan prospek bisnis,” ucap Iwa Gartiwa.
Iwa Gartiwa menjelaskan, program tersebut menjadi diskusi permasalahan para UMKM di Kota Bandung sehingga bisa difasilitasi oleh Kadin dan program tersebut akan terus dikembangkan.
Iwa Gartiwa pun memastikan, pimpin Kadin Kota Bandung dengan siap memfasilitasi pelaku UMKM untuk mengembangakan usahanya.
“Kalau ada UMKM yang butuh bantuan fasilitas, kami sangat terbuka untuk kemajuan ekonomi Kota Bandung,” tutur Iwa Gartiwa.
Melalui kesempatan yang berbahagia ini, lanjut Iwa Gartiwa, kepada Ketua Kadin Indonesia, kami berharap bisa mendorong terbitnya Peraturan Pemerintah mengenai Sinergi Kadin dengan Pemerintah mulai dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/ kota sehingga kontribusi nyata anggota Kadin dalam pembangun khususnya ekonomi dapat terealisasi secara optimal.
“Kami berharap dengan strategi yang kami pilih yakni Kolaborasi, Akselerasi, Digitalisasi dan Inovasi dapat mengakselerasi kebangkitan ekonomi Kota Bandung,” pungkas Iwa Gartiwa.

Dalam kata sambutan Plt. Walikota Bandung Yana Mulyana yang dibacakan oleh Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan peran Kadin dapat membantu pemulihan pascapandemi Covid-19 yang telah berdampak terhadap aspek kehidupan di Kota Bandung.
Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi menurun, banyak para pekerja yang dirumahkan akibat pembatasan aktivitas perusahaan.
Untuk memulihkan hal ini tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah saja, menurut Ema Sumarna, Kadin memiliki peran sentral dalam ekonomi Kota Bandung.
“Kadin memiliki peran sentral dalam ekonomi Kota Bandung, saya yakin pengurus Kadin yang baru dapat membantunya. Pelantikan pengurus Kadin hari ini akan sangat membantu perekonomian Kota Bandung agar dapat lebih baik,” ujar Ema Sumarna.
Ema pun berharap, kepengurusan baru Kadin Kota Bandung bukan sekedar memperkuat struktur organisasi, tetapi momentum penguatan Program Kerja Kadin.
“Selain memperkuat struktur organisasi, juga program kerja yang berorientasi peningkatan kapasitas anggota, maupun pelaksanaan fungsi pengabdian kepada masyarakat Kota Bandung,” harap tukas Ema Sumarna.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, yang diwakili Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Sanjaya, SE., M.M, dalam sambutannya, mengatakan bahwa saat ini Kota Bandung tengah menghadapi disrupsi dan peradaban manusia telah merubah landscape.
“Berdasarkan hasil riset, perubahan besar yang terjadi terhadap peradaban manusia telah merubah lanskap manusia khususnya di kota Bandung,”kata Edwin Sanjaya.
Edwin Sanjaya menambahkan, tiga hal yang menyebabkan adanya perubahan lanskap manusia, antara lain globalisasi, generasi milenial dan pandemi.
“Untuk memulihkan kondisi ini, kita harus bekerja sama. Termasuk Kadin sebagai mitra strategis yang dapat membantu pemulihan ekonomi di Kota Bandung,” pungkas Edwin Sanjaya.
Turut hadir dalam pelantikan pengurus Kadin Kota Bandung, Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad; Kepala Dinas UMKM Kota Bandung Atet Dedi Handiman; Kadisparbud Kota Bandung Kenny Dewi; Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar.***