Bandung Side, Kabupaten Cirebon – Hemat dan efektif di era digital membuka lebar kesempatan untuk membangun strategi marketing yang baru dalam berpromosi melalui media sosial.
Strategi Marketing bukan lagi secara langsung seperti dahulu membuat iklan di media sosial, menyebarkan selebaran hingga banner iklan yang cukup mengeruk biaya tinggi.
Menurut, Rafi Faudy Sjukrie founder Tipsea Coffee and Eatery mengatakan, kini di era digital dapat lebih hemat dan hasilnya cukup efektif, yakni melalui media sosial, content marketing dan marketing influencer.
Di media sosial membuat konten yang menarik dan konten tersebut dapat berupa foto, video pendek juga grafis.
Media sosial dan konten ini menjadi senjata ampuh untuk para marketer masa kini.
Media sosial kini sudah ditangani oleh para ahli mereka yang mengerti soal Search Enginge Optimization (SEO) dan mereka yang jago desain juga copy writing, lanjut Rafi.
“Para admin ini jadi bukan hanya bisa membuat postingan di media sosial,” ungkap Rafi Faudy Sjukrie saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021).
Kemudian marketing influencer ialah bekerjasama dengan mereka yang sudah ahli di bidangnya sehingga dianggap layar sebagai orang yang dapat memengaruhi.
Dalam salah satu strategi para marketer ialah melakukan kampanye dengan cara membangun komunitas.
Sebisa mungkin membangun kedekatan dengan konsumen dengan menyatukan pemikiran atau membuat gerakan untuk tujuan positif.
Kolaborasi dengan para influencer ini juga bisa untuk menggerakan kampanye itu agar kampanye lebih dikenal.
“Kini lebih banyak menggunakan nama para pesohor untuk dijadikan salah satu bagian varian baru produk mereka. Biasanya tujuannya mengincar para fans dari para tokoh tersebut,” tutup Rafi Faudy Sjukrie.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (28/9/2021) juga menghadirkan pembicara Akhmad Rofahan (ketua RTIK Kabupaten Cirebon), Eko Prasetyo (co-founder Syburst Corporation), Gunawan Lamri (CEO PT. Kuliner Anak Indonesia), dan Aflahandita sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***