Pendidikan Agama Islam Siapkan Generasi Beretika

pendidikan agama

Bandung side, Kabupaten Bandung – Pendidikan agama Islam merupakan proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Lebih lanjut pendidikan agama Islam sebagai sebuah proses bimbingan yang dilakukan orang dewasa secara ih uu terhadap anak untuk dapat hidup layak sesuai tuntutan zaman.

Abdul Holik, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Nusantara menuturkan, hal tersebut sesuai dengan perkataan Khalifah Ali Bin Abi Thalib, didiklah anakmu sesuai zamannya.

Tujuan dari pendidikan agama Islam itu sendiri yang berkaitan dengan individu untuk berubah yaitu pengetahuan, tingkah laku, jasmani dan rohani kemampuan yang harus dimiliki untuk hidup di dunia dan akhirat.

“Tujuan yang berkaitan dengan masyarakat, bagaimana perubahan kehidupan masyarakat dan memperkaya pengalaman masyarakat,” ujar Abdul Holik.

“Untuk tujuan profesional berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran sebagai ilmu, seni profesi dan kegiatan masyarakat,” ungkap Abdul Holik saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021) pagi.

Dalam pengajaran Islam juga diajarkan mengenai, etika, tingkah laku manusia yang ditransmisikan dari hasil pola pikir manusia.

Pandangan yang benar dan salah menurut ukuran rasio moralitas suatu tindakan sesuai ide-ide filsafat.

Literasi digital dalam perspektif pendidikan Islam ialah proses transformasi informasi yang dilakukan antara dua orang atau lebih secara sadar dan terencana.

Transformasi informasi dengan prinsip komunikasi yang menyenangka, tidak menyinggung, tidak menyakiti kesetaraan dalam rangka meningkatkan pengetahuan sikap kompetensi menuju pribadi yang memiliki akhlak baik dan mulia.

Dalam beretika salah satu nya adalah berkomunikasi dengan baik di dunia digital maupun di luar jaringan.

Tentu Islam juga mengatur mengenai komunikasi yang baik ini terdapat dalam QS. Ad Dzariyat: 56 komunikasi dilakukan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.

Selalu untuk jujur dalam berkata juga ada pada QS An-nisa: 9 dan tidak boleh berbohong atau percakapan harus sesuai dengan fakta itu surat Al-Ahzab ayat 70.

Berbicara dengan lemah-lembut seperti yang ada pada Quran surat Thaha ayat 44. Al Isra ayat 28 gunakan bahasa yang ringkas dan ringan sehingga mudah dicerna oleh orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Sisi Suhardjo (Praktisi Hubungan Masyarakat), Ricco Antonius (Founder Patris Official Store), Diena Haryana (Pendiri Sejiwa), dan Benito sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan