Bandung Side, Kabupaten Bandung – Bisnis online manfaatkan internet adalah sebuah kendaraan untuk mengakomodasi kebutuhan hidup sebagai fase transformasi digital, saat disampaikan oleh praktisi marketing digital, Abyani Prastika.
Saat kita membutuhkan sesuatu ada usaha lebih untuk mendapatannya. Misalnya saat kita mau mencari informasi harus menonton TV, membaca surat kabar, ingin menambah ilmu marketing harus mengikuti seminar.
Berbeda di era internet sekarang semua nampak lebih mudah, semua ada dalam genggaman, untuk mengakomodasi kebutuhan hidup pun pastinya lebih mudah.
Menurut Abyani, dalam transformasi digital sebenarnya ada hal-hal baru yang bisa kita explore, tetapi sebelum itu yang harus dilakukan adalah mengenali kebutuhan kita termasuk saat bisnis online.
“Apa yang mau kita gali di internet? Temukan hal positif dan hal negatif setelah tahu kebutuhan kita, gunakan fasilitas internet ini dengan semaksimal mungkin. Bagaimana caranya kita bisa mengambil hal positif yang ada di internet,” ungkap Abyani Prastika saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021).
Hal positif yang dapat dilakukan ialah mencari cara berbinis di wadah digital, menambah sumber penghasilan dari mana saja asal kita tersambung di internet.
Abyani Prastika mengatakan, ada banyak cara berbisnis di wadah digital tidak ada teori yang pasti dan text book karena digital itu evolusinya sangat cepat.
Beberapa hal ini yang perlu diperhatikan seperti media sosial yang kini dimiliki oleh hampir setiap orang. Karena banyaknya orang di media sosial menjadi kesempatan besar untuk kita dapat memanfaatkannya untuk berbisnis. Jadikan media sosial sebagai alat agar orang tahu bisnis kita, lokasi di mana, bagaimana cara pesan.
Kemudian website jika media sosial tidak cukup untuk menjelaskan bisnis kita, gunakan website sebagai tempat yang lebih jelas lagi dan di website pula sebagai tempat transaksi. Biasanya pemesanan di website yang dapat lebih mempermudah konsumen.
“Penggunaan e-catalogue juga dapat dipertimbangkan para pebisnis online, berguna agar konsumen melihat lebih dekat jadi ini lebih visual. Misalnya kita jualan sepeda kita kita kasih tahu bannya seperti apa joknya. Supaya mereka bisa membayangkan ketika sudah membeli produk kita kualitasnya seperti apa,” jelas Abyani Prastika.
Pengiriman bisnis online secara cepat jika produk kita memungkinkan untuk dikirimkan secara cepat kita juga dapat memanfaatkan online delivery. Sekarang sudah banyak seperti GoJek, Grab, Paxel, LalaMove dan lain sebagainya untuk melayani pengiriman door to door.
Mengutamakan customer service, saat memiliki bisnis produk maupun jasa, jangan sampai terlupa untuk menambahkan layanan untuk konsumen banyak cara salurannya bisa melalui WhatsApp, telepon atau juga Chat Bot. Perlu diperhatikan juga saat kita berjualan online, unduh aplikasi yang relevan untuk kita berbisnis.
Foto produk yang jelas, menarik menjadi penentu konsumen tertarik atau tidak dengan produk kita. Mudah saja, tidak perlu sewa fotografer andal untuk foto produk, kini sudah banyak aplikasi edit foto yang sangat mudah yaitu aplikasi lightroom, Visco, Picart dan lain sebagainya. Untuk pembukuan secara digital, aplikasi Buku Kas, Buku Warung, Tokko, Tokoku dan lainnya.
Terakhir ada Search Engine Optimization (SEO) sebenarnya ini berbeda daripada aspek-aspek yang lain kalau SEO ini lebih teknis digital.
Abyani menjelaskan, kalau kita ingin mencari sepeda pasti mengetik misalnya sepeda bagus, jual sepeda dan lain sebagainya Kata-kata kunci itu, dapat kita masukkan dalam media sosial atau website.
Jadi ketika orang mencari di Google, Google dapat memberikan hasil yaitu bisnis kita yang muncul pertama.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021) juga menghadirkan pembicara Eko Prasetyo (Pakar TI), Wanta Heryana (Relawan TIK Indonesia), Aditianata (dosen Universitas Esa Unggul), dan Almira Vania sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***