Bandung Side, Kabupaten Cirebon – Praktis dan aman, kehidupan cashless sudah menjadi tren masa kini bukan hanya untuk gaya-gayaan tapi memang menjadi semua kebutuhan di tengah kesibukan masyarakat.
Bahkan kini kehidupan cashless menjadi akibat dari pembatasan aktifitas akibat pandemi.
Jika berbicara mengenai cashless, salah satu yang mendorong penggunaan cashless adalah kita harus memiliki dompet digital.
Aplikasi elektronik yang dapat digunakan membayar transaksi secara online tidak pakai kartu tidak pakai uang tunai pengguna tinggal membawa smartphone saja.
Diana Aletheia Balienda, fasilitator Kaizen Room mengatakan, selain menawarkan kemudahan dompet digital juga dinilai lebih aman karena dilindungi kata sandi yang hanya bisa diakses oleh pengguna saja.
Komponen utama praktis dompet digital perangkat lunak untuk menyimpan informasi pribadi dan menyediakan keamanan dan enkripsi data.
Informasi adalah data rinci tentang pengguna yang mencakup nama alat alamat pengirim metode pembayaran transaksi pembayaran info kartu kredit atau debit dan sebagainya.
Dompet digital itu sebenarnya ada bermacam-macam kita bisa membedakan, E-Banking melakukan transaksi dengan perbankan melalui website milik bank.
“Kalau dulu sebelum ada e-banking namanya SMS banking, mobile banking sekarang e-banking menjadi lebih mudah,” ungkap Diana Aletheia Balienda pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/7/2021).
E-wallet atau dompet digital uang elektronik berbasis aplikasi server-based yang bisa diakses menggunakan jaringan internet. E-money merupakan uang elektronik berbentuk kartu chip based untuk menyusun informasi saldo dipakai dengan cara mau tap.
“Transaksi digital yang paling sering dilakukan antara lain untuk membeli pulsa, membayar tagihan listrik dan telepon atau internet, top up ojek online, membeli tiket kereta api atau pesawat, membayar iuran BPJS, bayar angsuran dan belanja online khususnya di marketplace,” jelas Diana Aletheia Balienda.
Cara memiliki dompet digital sangat mudah dan praktis namun harus tetap hati-hati.
Tentukan dompet digital yang ingin dipilih, kemudian download, buka aplikasi dompet digital masukkan nomor telepon lalu lanjut masukkan kode OTP yang dikirimkan ke nomor terdaftar.
Buat kode PIN untuk mengamankan akun, selesai akun berhasil dibuat.
Di Indonesia perkembangan e-commerce itu tinggi, biasanya kalau kita belanja lewat e-commerce menggunakan dompet digital.
Paling tinggi penggunaannya dilihat dari volume transaksi Shopee Pay di urutan pertama dengan 26 persen lalu OVO 24 persen, Go-pay, Dana dan LinkAja.
Untuk nilai transaksi paling besar juga sebesar 29 persen Shopee Pay kemudian 24 persen Gopay, Danna dan LinkAja.
Dari hasil survei Ipsos Indonesia Februari 2020, 68 persen pengguna memilih menggunakan dompet digital karena alasan kenyamanan, promo 23 persen.
Kemudahan dan tantangan dari transaksi cashless adalah praktis, efisien, mudah jaringan luas, kemudahan top up saldo.
“Bertransaksi bisa dimana saja dan yang disukai semua orang banyak promo atau diskon. Cara yang menyena gkan untuk kita memiliki apliksi mereka. Namun yang jelas dompet digital ini pilihan risiko yang lebih rendah,” ungkap Diana Aletheia Balienda.
Penggunaan dompet digital itu juga menuai tantangan sendiri, kita dituntut untuk dapat menglokasi dana lebih cermat jangan sampai boros karena menjadi lebih konsumtif.
Harus berhati-hati karena rentan cybercrime. Sangat diperlukan pemahaman teknologi menimbulkan hutang dan signal berpengaruh terhadap terhadap keberhasilan transaksi.
Jadi, bagaimana supaya tidak boros budget untuk dompet digital, gunakan saat dibutuhkan saja hindari transaksi walet dalam satu waktu manfaat memanfaatkan promosi.
Jangan keseringan top up hindari fasilitas paylater sebab itu sama dengan berhutang, monitor pengeluaran e-wallet secara berkala.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/7/2021) juga menghadirkan pembicara Dudi Rustandi (Telkom University), Fikri Muhammad Hakim (Senior Manajer Safety) dan Muhammad Subaweh dan Ida Rhinjsburger sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***