Tak Terbatas Waktu, Komunikasi via Online

Tak Terbatas Waktu, Komunikasi via Online

Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Tak terbatas waktu, denmikian adanya perkembangan teknologi dunia digital, mendukung juga perubahan interaksi apalagi sekarang kita berada di situasi pandemi sehingga dalam komunikasi lewat online.

Dengan adanya perubahan ini berarti kita pun juga harus bisa melatih diri kita untuk terus berubah meskipun komunikasi lewat online tersebut cenderung tidak spontan.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan baik dengan sesamanya. Untuk mempunyai hubungan baik dengan orang lain, kita perlu juga melatih interaksi sosial.

Menurut Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character, mengatakan di masa pandemi, perubahan interaksi sosial ini memang harus kita sadari dari secara langsung menjadi tidak langsung.

Kita bisa mengkolaborasikan antara kita berinteraksi secara langsung dan tidak langsung. Karena ini bukan mengenai plus minusnya, tetapi bagaimana kita memanfaatkannya.

“Interaksi secara langsung cenderung akan spontan. Akan tetapi, di masa ini interaksi secara langsung itu terbatas jarak dan waktu,” kata Golda Siregar dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021).

Sebaliknya, interaksi dan komunikasi via online cenderung tidak spontan. Misalnya, kita memilih kata-kata sebelum menghubungi orang lain.

Apabila ada yang salah, dihapus kemudian ditulis kembali, begitu seterusnya. Keuntungannya, komunikasi ini tidak terbatas waktu dan jarak,” jelas Golda Siregar.

Dengan adanya perkembangan teknologi, Golda merumuskan ABC sebagai perubahan interaksi.

A merupakan adaptasi dengan adanya perkembangan digital, dalam artian tidak menutup diri dengan adanya perubahan.

B yaitu bijak dalam beinteraksi di media sosial.

Kemudian C ialah cocokan dengan priotitas, jangan sampai kebablasan dalam menggunakan media digital.

Perkembangan dunia digital mendukung adanya keterbukaan informasi. Namun, keterbukaan informasi ini seperti pisau yang punya sisi baik dan buruk tergantung penggunanya.

Kegunaan keterbukaan informasi ini di antaranya, kita dapat mengakses informasi dengan cepat, mendapat kabar terbaru tanpa jeda waktu, dan membuka peluang aktif dalam hubungan baru tanpa adanya jarak.

Di samping itu, Golda mengatakan, kita harus waspada untuk menghindari kerugian adanya keterbukaan informasi ini. Caranya dengan selalu mengonfirmasi kebenaran informasi yang didapatkan, bijak dalam mengekspos kehidupan pribadi, dan membangun kecerdasan emosi dalam berinteraksi di media sosial.

“Kecerdasan emosi ini terdiri dari 4 bagian. Intra personal, kemampuan diri kita menjadi tenang, rileks, memaafkan, dan fokus. Inter personal, hubungan baik dengan orang lain. Stress management, mampu menghadapi masalah. Self adaptive, kita mampu beradaptasi,” papar Golda Siregar.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat juga menghadirkan pembicara, Whisnu Bakker, head of digital marketing Paragon Pictures, Nikita Dompas, Producer & Music Director, Mardiana R.L, Vice Principal In Kinderhouse Pre School, dan Manda Utoyo sebagai key opinion leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan