Bandung Side, Kabupaten Bogor – Literasi budaya Indonesia merupakan hasil kehidupan bermasyarakat memiliki peran positif dari teknologi dan globalisasi karena mengalami pergeseran.
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan salah satu kebanggaan warisan yang turun-temurun oleh berbagai suku dan etnis.
Hal ini menjadi kekayaan yang tak bisa dipandang sebelah mata, sebab tak dimiliki bangsa lain.
Kebudayaan sendiri merupakan hasil kehidupan bermasyarakat yang menjadi budaya hidup sehari-hari dan dituangkan dalam berbagai wujud secara verbal maupun karya seni.
“Ciri-ciri kebudayaan ini bersifat dinamis, bisa terjadi karena ada perubahan di masyarakat dan adanya penerimaan unsur baru. Kebudayaan juga diwarisi melalui adat istiadat dan ada proses berkesinambungan,” ujar Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel Pariwisata IULI saat webinar Literasi Digital Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Senin (12/7/2021).
Lebih lanjut Aditya mengatakan pelestarian budaya bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya lewat makanan.
Cerita kuliner kesukaan lewat media sosial pun merupakan bentuk pengenalan budaya dan upaya pelestarian di antara pengenalan banyak jenis produk seperti hebohnya sebuah restoran fast food membuat kampanye menu BTS.
Memilih ikut menonton festival budaya Indonesia juga merupakan satu bentuk pelestarian, namun generasi sekarang cenderung lebih memilih menonton konser grup musik favoritnya ketimbang ikut festival budaya.
“Ini yang saya sebut sebagai imperialisme budaya. Jangan sampai budaya luar mengikis budaya kita seperti adat istiadat, musik, serta kearifan lokal bangsa Indonesia,” kata Aditya.
Imperialisme budaya bisa masuk karena adanya kemajuan teknologi informasi yang memungkinkan interaksi lintas negara, meleburkan batas-batas geografis dan kultural sehingga berbagai kepentingan ideologi, ekonomi, politik, dan budaya saling bertukar secara kompleks dan kompetitif.
Globalisasi dan teknologi menjadi suatu kemajuan bagi negara tapi hal tersebut perlu didukung oleh perilaku warganya dari semua konsumtif menjadi produktif dalam peran literasi budaya.
Penggunaan media digital semakin dipermudah dengan teknologi mobile. Jika pengaruh media sosial dan teknologi modern bisa diaplikasikan sedemikian rupa untuk kebutuhan bisnis, tentunya hal ini bisa digunakan juga untuk menyebarkan kebudayaan Indonesia.
Webinar Literasi Digital Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Hadir pula nara sumber seperti Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, Alberth Timothy, Ketua Umum Nyalahkan Indonesia Hebat, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital, untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***