Cegah Anak Adiksi Terhadap Gadget

Cegah Anak Adiksi

Bandung Side, Kabupaten Majalengka – Cegah anak adiksi bila mengalami kecanduan terhadap gadget usai melakukan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.

Menurut hasil survei HootSuit di Januari 2020 Indonesia menjadi negara urutan ke-3 setelah India dan Cina yang mengalami peningkatan pengguna internet.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019-2020 menyebutkan pengguna internet merupakan milenial usia remaja dan awal dewasa mendominasi, dengan persentase usia 15-19 tahun sebanyak 91% pengguna dan usia 20-24 tahun 88,5%.

Situasi dan kondisi pandemi yang mengharuskan anak melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun membuat kekhawatiran anak akan terpapar dampak negatif internet semakin tinggi.

Belum lagi ada efek kecanduan terhadap internet yang tak bisa dipandang sepele bila anak kecanduan gadget.

“Penyebab adiksi gadget pada anak bisa berasal dari faktor internal, situasional, sosial, dan faktor eksternal misalnya karena kurangnya perhatian dari keluarga. Sehingga anak-anak ini mengalihkan sesuatu pada game maupun gadget mereka yang ternyata membuat nyaman,” kata Fika Astridianingrum, seorang Psikolog dan Konselor saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, Rabu (7/7/2021).

Sumber dari Common Sense Media tahun 2014 mengungkapkan sebanyak 72% bayi di bawah 8 tahun dan kurang dari 2 tahun sebanyak 38% telah menggunakan perangkat digital seperti telepon pintar, iPad, iPod dan tablet.

Sementara di Indonesia sendiri di pusat perbelanjaan, di bandara, tempat umum sering terlihat anak usia 3-9 tahun sudah diberikan perangkat digital agar merasa tenang, padahal hal tersebut kesalahan bagi orang tua.

“Sebisa mungkin kita berikan kegiatan agar si anak bisa melupakan sejenak internet atau gadgetnya,” kata Fika.

Kemudahan mengakses internet dan jadwal teratur juga menjadikan anak ketergantungan terhadap gadget.

Hal tersebut akan menghambat perkembangan anak, jadi sulit berteman dan mengontrol aktifitasnya karena terpaku pada gadget.

Bila sudah terjadi maka harus ada tindakan dari orang tua, namun lebih baik melakukan pencegahan yakni pendampingan orang tua saat anak mengakses internet.

Yaitu dengan mengontrol dan mengawasi penuh, memberikan pengertian, membatasi aplikasi, hingga membatasi waktu dan melakukan pola asuh yang tepat dan cegah anak adiksi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily dan Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, serta Muhammad Arifin Kabid Komunikasi Publik Relawan TIK Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan