Era Informasi Memiliki Dampak Penyebaran Hoaks

Era Informasi

Bandung Side, Kabupaten Bogor – Era informasi yang serba instant dan cepat sekarang ini membuat masyarakat begitu mudah terpapar hoaks atau berita palsu.

Selain itu ada ancaman kejahatan di internet dan kemungkinan pencurian data pribadi oleh pihak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu ada beberapa ancaman negatif internet yang perlu diperhatikan berita hoaks hingga serangan hacker yang mencuri data pribadi.

Karena dampak dari hoaks akan sangat berpengaruh pada kehidupan. Hoaks di antaranya bisa menimbulkan kecemasan, menciptakan suasana kebingungan, dan kegaduhan publik.

“Bisa merusak nama baik seseorang atau sekelompok orang, berpotensi meretakan bingkai kerukunan warga serta menyedatkan pemikiran dan pembodohan,” ujar Depi Agung Setiawan, Pegiat Pemeriksa Fakta saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/7/2021).

Penyebaran hoaks bahkan bisa menyerang kesehatan mental seseorang, dalam sebuah studi para psikolog sepakat bahwa hoaks menyebabkan post traumatic stress syndrom, bahkan para psikolog percaya bahwa orang yang terpapar hoaks perlu mendapatkan terapi.

Untuk mengetahui informasi yang benar, misalnya terkait vaksin sebaiknya langsung saja mengecek pada laman situs resmi instansi terkait Kementerian terkait atau bisa melihat langsung pembaharuan unggahan di akun Instagram resmi.

Jangan sungkan bila ragu atas sebuah informasi langsung menghubungi pihak terkait melalui DM Instagram atau kontak What’sApp yang tertera secara resmi.

“Jangan ragu untuk menghubungi karena admin bersifat melayani walaupun mungkin dijawab agak lama,” kata Depi Agung Setiawan.

Modus hoaks berupa phising penipuan di dunia maya juga sudah masuk pada ranah video dan foto dengan melakukan manipulasi digital di era informasi ini.

Informasi yang salah mengenai video maupun foto yang dimanipulasi di internet untuk orang yang belum memiliki ilmu literasi tentu saja akan mengecohkan.

“Hati-hati dengan dunia digital hari ini karena memang ada kelompok yang menyelewengkan dan memalsukan data-data,” ujar Depi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Dino Hamid Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, dan Sari Monik Dosen Universitas Multimedia Nusantara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan