Kenali Modus Risiko Pelecehan Seksual Berbasis Online

Kenali Modus

Bandung Side, Kota Bekasi – Kenali modus pelecehan seksual di dunia maya hindari diperdaya, ancaman yang berasal dari foto unggahan atau video.

Selama pandemi, jumlah Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) meningkat. Menurut catatan dari Komnas Perempuan bersama Lembaga Pengadalayanan, Kominfo, dan Bareskim Polri saat ini KBGO pun masih memiliki tantangan.

Terlebih dengan terus meningkatnya pengguna internet, sementara literasi digital belum dimiliki masyarakat.

Diketahui KBGO yang paling banyak terjadi adalah online grooming di mana pelaku berusaha melakukan pendekatan untuk memperdayai.

Kemudian ada malicious distribution yaitu ancaman distribusi foto atau video pribadi penghinaan yang dilakukan dengan bantuan teknologi, komputer dan atau internet, dengan penyebaran konten intim.

Ada fenomena lain di sosial media, kenali modus di mana terdapat konten-konten yang hanya melihat perempuan sebagai objek dan melecehkan perempuan.

Bukan hanya berasal dari foto unggahan di akun pribadi tapi juga publik.

Lebih memperihatinkan lagi, para pemberi komentar melecehkan yang masuk kategori KBGO ini ada juga dari kalangan anak usia remaja.

Di Instagram ada banyak akun-akun cantik yang berbasis kampus, ada UI Cantik, UGM Cantik, Undip Cantik mereka mengaku tidak nyolong foto tersebut cewek-cewek ini yang kasih.

Tapi yang tidak diketahui para perempuan ini setelah nyetor foto di akun tersebut adalah mendapat ribuan komentar pelecehan seksual,” ujar Kalis Mardiasih, seorang Aktivis Gender Equality saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat, Kota Bekasi, Senin (1/7/2021).

Bukan hanya komentar yang mengarah pada KBGO, tindakan yang lebih jauh bisa berupa DM hingga penguntitan.

Hal yang merugikan lagi di akun tersebut mereka juga menyebarkan identitas pribadi seperti nama lengkap, informasi jurusan dan semester.

“Pernah ada laporan yang masuk, sampai ada yang ditemuin random people di depan kelasnya. Jadi bahaya banget, mengganggu dan akun seperti ini tidak hanya berbasis kampus. Ada juga yang berdasarkan kota, Bandung Cantik, Bekasi Cantik, dan berbasis profesi seperti dokter cantik, guru cantik,” kata Kalis lagi.

Kalis pun hanya mengingatkan, mengenai risikonya kepada perempuan di tengah budaya masyarakat yang masih senang melecehkan perempuan.

Selain itu masih ada banyak hal berbahaya di ranah online dengan anonimitas, fake account, hingga online grooming yang mengancam perempuan.

Apalagi KBGO yang paling banyak terjadi adalah online grooming di mana pelaku berusaha melakukan pendekatan untuk memperdayai.

Kemudian ada malicious distribution yaitu ancaman distribusi foto atau video pribadi penghinaan yang dilakukan dengan bantuan teknologi, komputer dan atau internet, dengan penyebaran konten intim.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Oleg Sanchabahtiar Creative Concept Planet Design Indonesia, Lucas Alvian.***

Tinggalkan Balasan