Bandung Side, Kabupaten Bandung Barat – Etika Bahasa dalam literasi digital merupakan kemampuan memproses informasi, memahami pesan dan berkomunikasi efektif secara bijak.
Dengan memahaminya, setiap orang atau kelompok masyarakat akan menemukan, mengevaluasi, mengelola, dan membuat informasi secara bijak dan kreatif.
“Kompetensi pendidikan di abad ke-21 setidaknya harus memiliki literasi digital, kemampuan menyelesaikan permasalahan kompleks dan tetap memiliki karakter,” kata
Dadang A. Sapardan, Kabid Pengembangan Kurikulum Disdik Kabupaten Bandung Barat saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Senin (5/7/2021).
Lebih jauh Dadang A. Sapardan mengatakan, di era digitalisasi ini disrupsi teknologi sudah terjadi dan bisa terlihat dari sisi perbankan misalnya dan jual beli sekarang sudah melalui e-commerce.
Di masa mendatang pun perubahan karena adanya perkembangan teknologi komunikasi akan menjadi lebih masif lagi.
Terkait bahasa dalam penggunaannya di ruang digital, etika bahasa menjadi satu kaidah normatif penggunaan bahasa dan menjadi pedoman umum, di dalamnya ada kompetensi lisan dan tulisan.
Bahasa yang baik dan benar di ruang digital menjadi penting untuk para content creator maupun pengguna ruang digital untuk diterapkan.
“Bahasa yang baik dan benar menjadi kunci dalam mengedepankan etika berbahasa pada era digital,” kata Dadang.
Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.
Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Aditya Nova Putra Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata, Golda Siregar Senior Consultant at Power Character dan Fika Astridianingrum seorang Psikolog/Konseler.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***