Bandung Side, Jl, Sumatera – Pelatihan Emo Demo pada modul baru menyasar empat perilaku kunci penurunan Stunting melalui penyampaian pesan sederhana melalui pelatihan bagi Fasilitator oleh Program BISA terkait ASI Eksklusif, MP-ASI, Makanan kaya zat besi bagi Ibu Hamil dan Cuci Tangan Pakai Sabun, Rabu, 27 Maret 2024.
Program BISA dari Save The Children yang bekerjasama dengan Nutrition International akan melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Mengingat pelaksanaan Emo Demo telah berulang di Siklus Kedua di Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang, serta adanya Sembilan Modul Baru Emo Demo terkait fokus pada ASI Eksklusif, MP-ASI, Makanan kaya zat besi bagi Ibu Hamil, karena itu Program BISA akan melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan serta perwakilan dari dinas kesehatan provinsi.
Emo Demo merupakan panduan kegiatan partisipatif untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara menyentuh emosi yang melibatkan indera dikembangkan oleh GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition) bersama Kementerian Kesehatan.
Dengan pelatihan EMO DEMO pada Fasilitator Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat diharapkan minimal 80% peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya minimal nilai 75 berdasarkan evaluasi pre-posttest.

Seperti yang disampaikan oleh Pelatih Fasilitator, Nur Mufida Wulan Sari bahwa pelatihan fasilitator dari Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat ini menambah pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk mendampingi ibu dan pengasuh anak dengan simulasi yang menarik dan interaktif, juga menyampaikan pesan kunci yang sederhana.
Pelatihan EMO DEMO modul baru disosialisasikan agar Fasilitator nantinya dapat memberikan permainan atau game yang berbeda ke Kader Pasyandu di setiap modulnya, sehingga akan mendapatkan pesan kunci dan informasi yang cukup singkat dengan permainan yang mudah diingat karena mereka sendiri ada didalamnya.
Kerennya dengan melibatkan emosi yaitu merangsang seluruh panca indra untuk merespon maka daya terima dari masyarakat mudah sekali terserap, juga banyak sekali perubahan perilaku yang sesuai harapan, sehingga 12 modul EMO DEMO dapat dikembangkan dengan 12 Modul Baru tersebut.
“Penambahan 12 Modul Baru tersebut karena respon positif terhadap isu challange berkaitan dengan Pemberian Makan Bayi dan Anak,” ungkap Nur Mufida Wulan Sari usai memberi pelatihan Modul 14, Kolostrum Untuk Bayi di Hotel Santika jl. Sumatera, Kota Bandung.
Menitik beratkan pada Pemberian Bayi dan Anak yang berawal dari sejak hamil yakni konsumsi Kalsium, pemberian ASI Eksklusif, Camilan pada anak terkait dengan tekstur makanan, tambah Nur Mufida Wulan Sari yang akrab disapa Mufida.

“Kebaruannya pada Modul terletak pada demontrasi-nya yang ada pesan untuk disampaikan, yang akan mengarahkan kepada Perubahan Perilaku di masyarakat, khususnya ibu dan pengasuh anak,” papar Mufida.
Dapat dan memungkinkan bila nanti ada pengembangan lagi pada demontrasinya, misalkan pesan kunci yang akan kita sampaikan agar memudahkan perubahan perilaku dibuatkan Modul Baru kembali, seperti Konsumsi Sumber Hewani.
Bila modul terdahulu sumber hewani diketahui pada ATIKA (“Ati, Telur, Ikan) merupakan sumber zat besi yang dibutuhkan ibu hamil dengan visual yang menarik membuat ibu hamil tersadar akan perlunya zat besi.
“Bila kita merubah permainan pada EMO DEMO, dipastikan tergantung pada pesan, singkat, padat apa yang akan disampaikan. Sehingga perlunya dikaji terlebih dahulu, apakah permainan tersebut sesuai dengan pesan yang diharapkan. Bila sesuai, nahhh…itulah Modul Baru yang harus disosialisasikan,” pungkas Mufida.

Pada pelatihan modul baru, secara terperinci sebagai berikut:
Modul 14 EMO DEMO, Kolostrom Untuk Bayiku
Pesan Kunci:
1. ASI kental yang berwarna kuning adalah kolostrum, keluar pertama kali adalah sesuatu yang normal.
2. Memberikan kolostrum pada bayi adalah hal yang terbaik untuk awal hidupnya.
Peralatan EMO DEMO: Pulpen, Lembar kertas berukuran kecil, Air Putih, Minyak Goreng, Dua Gelas Plastik Bening, Bubuk Kopi, Susu Cair, Kartu ASI.
Langkah EMO DEMO:
Menunjukkan Kartu ASI yang tampak ada gambar tiga botol ASI berwarna kuning, agak kuning dan putih.
Menjelaskan bahwa ASI berwarna putih adalah normal, namun perlu diketahui juga bahwa ASI warna kuning saat pertama kali keluar akan kental dan berwarna kuning. Itulah kolostrum atau banyak orang menyebutkan “Emas Cair”, karena kaya akan gizi dan membuat bayi lebih kuat.
ASI warnanya kuning bukan karena kotor, tetapi karena special karena setelah 5 hari kemudian akan berwarna agak kuning dan di hari ke 25 akan berwarna putih.
Pada umumnya, saat ibu melihat warna ASI keluar pertama berwarna kuning takut ASI-nya tidak normal. Maka bayi diberikan susu formula, yang gizinya tidak sama dengan kolostrum.
Pada praktek EMO DEMO, gelas plastik 1 diberikan susu cair, minyak goreng (*ilustrasi visual ASI dan Kolostrum). Sedangkan gelas plastik 2 diberi air putih (*ilustrasi visual susu formula).
Selanjutnya, gelas plastik 1 diberikan bubuk kopi (*ilustrasi visual bakteri atau kuman jahat), begitu juga denga gelas plastik 2. Tampak gelas plastik 1 memperlihatkan bubuk kopi yang yang terhambat turun karena ada minyak goreng, sedangkan pada gelas plastik 2 bubuk kopinya langsung turun bahkan tercampur merata dengan air puti.
Kesimpulan: bahwa kolostrum dapat melindungi bayi dari bakteri atau kuman jahat sehingga tidak mampu menginfeksi tubuh bayi. sedangkan pada gelas plastik 2, bahwa susu formula tidak dapat melindungi bayi dari bakteri atau kuman jahat. Jadi, pemberian kolostrum pada bayi diawal kelahirannya memberikan peluang terbaik dalam hidup. Kertas kecil yang diberikan mencatat kesimpulan, hal tersebut guna mengetahui follow up dari kesimpulan akan berdampak perubahan perilaku.***