Kader Posyandu Memahami Inklusi Disabilitas dan Perubahan Perilaku

Kader Posyandu

Bandung Side, Sukatani_Ngamprah – Kader Posyandu dari Desa Sukatani dan Desa Cimanggu mengikuti pelatihan inklusi disabilitas dan perubahan perilaku kunci penurunan stunting oleh fasilitator TPG Puskesmas Ngamprah di Kantor Desa Sukatani, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Senin, 02 Oktober 2023.

Keberlanjutan Training Of Trainer (TOT) fasilitator yang diikuti oleh perwakilan Tenaga Program Gizi (TPG) Puskesmas pada bulan Agustus lalu oleh Tim BISA (Better Investment for Stunting Alleviation/ Investasi Lebih Baik untuk Penurunan Stunting) Save The Children diikuti oleh 20 Kader Posyandu.

“Pelatihan yang diikuti oleh Kader Posyandu ini dengan tujuan agar peserta memahami konsep dasar inklusi disabilitas,” ujar Zainul Mustofa, Project Officer BISA.

Selain itu, lanjut Zainul, peserta juga akan memahami hubungan antara nutrisi dan disabilitas sehingga dapat disampaikan dalam merumuskan pesan kunci Emo Demo dikaitkan dengan disabilitas.

Kader Posyandu
Febi, fasilitator dari Tenaga Program Gizi (TPG) Puskesmas Ngamprah saat memberi pelaatihan kepada Kader Posyandu agar memahami inklusi disabilitas dan perubahan perilaku yang dinegosiasikan.

Dalam merumuskan pesan kunci peserta dapat memberikan saran/ bantuan praktis untuk mengatasi kesulitan pemberian makan bagi bayi dan anak disabilitas, tambah Zainul Mustofa.

Sehingga peserta dapat mempraktekkan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dari pesan-pesan kunci yang dirumuskan yang selanjutkan akan menemukan cara komunikasi perubahan perilaku yang dinegosiasikan kepada orang tua atau pengasuh anak disabilitas.

“Pelatihan Kader Posyandu yang di pandu oleh fasilitator Tenaga Program Gizi (TPG) Puskesmas Ngamprah pada hari pertama menyasar 4 perilaku kunci penurunan stunting, yakni ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), sedangkan pada hari kedua dengan materi Makanan Kaya Zat Besi dan Cuci Tangan Pakai Sabun,” ungkap Zainul Mustofa.

Mengingat bahwa nutrisi berkaitan erat dengan disabilitas terutama akibat kurangnya mikronutrien saat kehamilan maka penting untuk memasukkan pesan kunci disabilitas dalam Emo Demo.

ASI Eksklusif pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) pada bayi merupakan jendela periode penentuan pondasi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan syaraf yang optimal di sepanjang masa kehidupan.

Kader Posyandu
Kader Posyandu saat menyusun menu MP-ASI dengan nutrisi seimbang.

Pada ASI Eksklusif terdapat nutrisi kunci tersebut termasuk protein, asam lemak tak jenuh ganda, zat besi, zinc, asam folat, yodium, Vitamin A, B6 dan B12 yang dibutuhkan bayi untuk perkembangan dan fungsi otak.

Begitu juga dengan remaja, pada masa remaja kebutuhan nutrisi yang meningkat harus terpenuhi agar tidak mengalami anemia, resiko komplikasi termasuk melahirkan premature.

Pada anak disabilitas, pemberian makan akan mengalami kesulitan bila tidak memiliki keterampilan, sehingga dibutuhkan Makanan Pendamping ASI/ MP-ASI untuk tumbuh kembang anak disabilitas dengan menyesuaikan porsi makanannya.

“Anak disabilitas dengan kebutuhan makanan yang beragam dan bergizi tinggi, harus disesuaikan pula porsi makanan yang seimbang, jadi tidak hanya nasi saja yang banyak,” kata Zainul.

Solusi lainnya, pada saat memberikan ASI dan MP-ASI harus diperhatikan posisi duduknya anak, juga peralatan khusus yang mendukung agar anak disabilitas dapat menerima asupan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangannya.

Kader Posyandu
Pemilihan menu MP-ASI dengan gizi seimbang adalah salah satu dari 4 perilaku kunci penurunan stunting.

“Pemberian makan pada anak disabilitas juga dapat diselingi dengan pemberian camilan sehat dapat jadwal makannya,” ujar Zainul.

Saat anak masih lapar atau saat diselingi dengan camilan, jangan berikan cemilan sembarang karena mengandung zat pewarna, pengawet, penyedap rasa yang tidak sehat.

“Berikan hanya cemilan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran atau cemilan buatan rumah baik anak yang pertumbuhannya masif termasuk juga untuk anak disabililitas,” ungkap Zainul kembali.

“Perhatikan tekstur dan ukuran cemilan sehat yang diberikan untuk anak disabilitas untuk mencegah anak tersedak, tutup Zainul Mustofa.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan