Kelas Pintar Bersama Tumbuh Kembangkan UMKM Kabupaten Sumedang

Kelas Pintar Bersama

Bandung Side, Sumedang – Kelas Pintar Bersama diinisiasi oleh Kredit Pintar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumedang melalui program literasi keuangan sebagai media edukasi dalam meningkatkan wirausaha.

Kredit Pintar aktif menginisiasi program literasi keuangan bagi para pelaku UMKM melalui ‘Kelas Pintar Bersama’, agar pelaku UMKM Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dapat mengelola keuangan usahanya supaya tetap tumbuh dan berkembang.

Kredit Pintar adalah platform pinjaman digital yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga saat ini Kredit Pintar telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 36 triliun, dimana sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan. Total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri tahun 2017 telah berjumlah lebih dari 13 juta nasabah.

Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kelas Pintar Bersama merupakan kegiatan edukasi yang dipersembahkan oleh Kredit Pintar untuk komunitas UMKM guna meningkatkan literasi keuangan serta pemberdayaan wirausaha.

“Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Kredit Pintar untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM sekaligus meningkatkan skala usaha dan produktivitas melalui Kelas Pintar Bersama,” kata Puji Sukaryadi.

Kelas Pintar Bersama
Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar saat berkegiatan memberi materi Kelas Pintar Bersama memberikan edukasi Program Literasi Keuangan untuk komunitas UMKM guna meningkatkan pemberdayaan wirausaha agar dapat tumbuh kembang.sd8i

Sejak 2022 lalu Kredit Pintar secara konsisten memfasilitasi Kelas Pintar Bersama yang menjangkau berbagai daerah yang ada di Indonesia seperti salah satunya yaitu Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengajak narasumber yang kompeten untuk berpartisipasi dalam workshop, berbagi kiat serta menumbuhkan semangat berwirausaha.

Seperti dalam sesi Kelas Pintar Bersama yang berlangsung pada Sabtu, 5 Agustus 2023 di Saung Teko, Jalan Raya Cimuja, Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pelaku UMKM di Sumedang yang terdiri dari berbagai bidang usaha mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan, tampak antusias menyimak pemaparan narasumber.

Diantara narasumber pemberi materi dalam kegiatan Kelas Pintar Bersama yakni Meilani Barkah Marjuki; Owner Yamin Pansos & Mahani Kue, yang juga merupakan Pendamping UMKM Jabar Juara. Meilani berbagi pengetahuan dan memberikan motivasi kepada para UMKM Sumedang dengan membahas tema ‘Memulai Usaha dari Nol, Apakah Bisa?’

Dalam kesempatan ini Meilani memotivasi peserta Kelas Pintar Bersama dalam memulai usaha. “Cari skill paling menonjol dari diri Anda. Apakah Anda pintar memasak? Mengajar? Membuat sesuatu? Atau punya hobi tertentu? Jadikan hal itu sebagai usaha/ bisnis Anda!”.

“Lalu dapat juga mendapatkan ide bisnis dari mengamati sekitar dan cari masalah apa yang dihadapi banyak orang, kemudian ciptakan solusi dari permasalahan tersebut. Peluang usaha lainnya, dapat pula melalui sistem dropshipper, reseller, atau sebagai affiliate marketer,” ungkap Meilani Barkah Marjuki.

Kelas Pintar Bersama
Meilani Barkah Marjuki; Owner Yamin Pansos & Mahani Kue, yang juga merupakan Pendamping UMKM Jabar Juara berbagi pengetahuan dan memberikan motivasi kepada para UMKM Sumedang pada kegiatan Kelas Pintar Bersama.

Selain edukasi dalam hal peningkatan kapasitas UMKM, dalam Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar juga mensosialisasikan literasi dan edukasi keuangan bagi UMKM, antara lain seperti dikemukakan oleh Arsya Helmi; Regulatory Compliance Kredit Pintar yang juga menjadi salah satu pembicara dalam kesempatan ini.

Arsya mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak lapisan masyarakat yang belum terlayani oleh industri keuangan konvensional dikarenakan beberapa faktor seperti keterbatasan industri perbankan dalam menjangkau masyarakat di daerah tertentu, lalu terkendala juga dalam hal peraturan dan persyaratan berlapis saat ingin mengajukan kredit, dan lain-lain.

“Untuk itu, melalui keuangan digital inklusif, fintech lending atau pinjaman online, menjadi alternatif untuk membantu membuka akses keuangan yang lebih mudah. Membantu pemenuhan kebutuhan pembiayaan dalam negeri, serta mendorong distribusi pembiayaan nasional yang masih belum merata di 17.000 pulau yang ada di Indonesia,” jelas Arsya Helmi.

Ditambahkan pula oleh Puji Sukaryadi, “Kami hadir tak hanya untuk membantu memberikan akses keuangan inklusif melalui peran teknologi namun juga keuangan inklusif yang bertanggung jawab. Untuk itu hal-hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengajukan pinjaman di pinjaman online adalah; mengecek legalitas perusahaan, mengetahui bunga dan denda pinjaman, mengecek review platform tersebut di Google Play ataupun di App Store, atau di mesin pencari Google, lalu mengecek juga website resmi perusahaan, penting juga untuk diingat agar meminjam sesuai kebutuhan dan melunasi cicilan tepat waktu”.

Kredit Pintar saat ini menduduki peringkat #1 untuk aplikasi pinjaman uang tunai yang paling banyak diulas di Google Playstore Indonesia dan telah diunduh lebih dari 20 juta kali, rating Google 4.2 dari 5 dengan dua juta review.

Kelas Pintar Bersama
Suasana Kelas Pintar Bersama yang dikuti komunitas UMKM di Sumedang saat mengikuti workshop literasi keuangan.

Puji Sukaryadi mengingatkan para pengguna Kredit Pintar untuk memperhatikan beberapa hal sebelum pengajuan pinjaman, antara lain; mengambil limit sesuai dengan kebutuhan, menggunakan pinjaman untuk kebutuhan penting atau mendesak, bukan untuk foya-foya. Bahkan alangkah baiknya jika digunakan untuk kebutuhan produktif seperti modal membuka usaha laundry, mengembangkan bisnis kuliner, dan lain-lain.

“Di Kredit Pintar sendiri, terdapat sekitar separuh dari total jumlah nasabah yang pinjamannya dipakai untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan. Lalu terakhir yang juga sangat penting untuk menjadi perhatian yaitu disiplin membayar tepat waktu,” ujar Puji.

Tak lupa juga dalam kesempatan ini Puji berpesan kepada para pengguna agar waspada terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena berkaitan dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kredit Pintar baik melalui pengiriman pesan direct message melalui akun media sosial tentang pencairan dana ataupun juga melalui pengiriman pesan apk pada ponsel berbasis Android dengan berkedok undangan ataupun juga informasi pengiriman paket jasa ekspedisi.

Berkat konsistensinya dalam mengkampanyekan literasi keuangan, baru-baru ini Kredit Pintar dianugerahi penghargaan dari The Iconomics dalam kategori Fintech, dengan title E-Loan dalam ajang Indonesia’s Popular Digital Products (Financial Industry). Tak hanya itu, Kredit Pintar juga mendapatkan apresiasi 2023 Top Brand in Indonesia, kategori Online Financing, dari Frontier Group.

“Melalui Kelas Pintar Bersama ini kami berharap ke depannya dapat semakin memotivasi semangat kewirausahaan para pelaku UMKM khususnya di Kabupaten Sumedang, meningkatkan lagi kualitas dan inovasi produk ataupun jasa yang ditawarkan, serta tak lupa dalam hal literasi keuangan agar UMKM mengetahui, memahami, serta bijak dalam memaksimalkan penggunaan akses keuangan digital,” pungkas Puji Sukaryadi.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan