Forest Festival Cara Inklusi Kenalkan Alam dan Lingkungan Untuk Disabilitas

Forest Festival

Bandung Side, Nagara Puntang – Forest Festival dalam rangka memperingati hari Disabilitas merupakan cara inklusi kenalkan alam dan lingkungan untuk penyandang disabilitas yang diinisiasi oleh komunitas sosial Bumi Disabilitas, Minggu, 4/11/2022 di Bumi perkemahan Nagara Puntang.

Melatar belakangi yang saat ini terjadi krisis kompleks dan saling terkait yang dihadapi umat manusia, seperti pandemi COVID-19, perang Rusia-Ukraina, titik kritis dalam perubahan iklim, semuanya menimbulkan tantangan kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di saat-saat krisis disetiap orang dipastikan akan mengalami situasi rentan, seperti penyandang disabilitas adalah yang paling tersisih dan tertinggal, baik dalam hal kebijakan maupun akses kehidupan sosial yang tidak mencerminkan keadilan.

Bumi Disabilitas berdiri dan hadir sebagai komunitas sosial berbasis volunteer yang peduli terhadap anak penyandang disabilitas telah memiliki anak binaan lebih dari 100 anak penyandang disabilitas daerah Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung mempelopori pendidikan inklusi sebagai jembatan agar anak-anak disabilitas mendapatkan pengetahuan maupun hak kesempatan kerja yang sama di semua aspek.

Forest Festival
Mengenalkan alam dan lingkungan yang sudah mengalami perubahan iklim kepada anak disabilitas menjadi tema Forest Festival pada peringatan Hari Disabilitas 2022 di Bumi Perkemahan Nagara Puntang, Minggu, 4/12/2022.

“Hari ini kegiatan yang digelar oleh Bumi Disabilitas dalam rangka memperingati Hari Disabilitas, dengan tema Forest Festival, yakni mengenalkan kurikulum Alami Disabilitas dengan mengenalkan alam dan lingkungan pada anak-anak disabilitas dan menumbuhkan kesadaran peduli disabilitas pada generasi muda,” kata Yuni Widiawati, Founder Bumi Disabilitas.

Kegiatan alam yang sudah bergulir sejak 2017 ini juga merupakan program Kesehatan dari Bumi Disabilitas yakni Alam sebagai terapi, tambah Yuni.

Kegiatan alam yang mempunyai tujuan memberikan wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan bermain di alam terbuka khususnya anak-anak disabilitas yang tidak mendapatkan kesempatan pendidikan.

Selain itu, lanjut Yuni, alam terbuka menjadi jembatan anak-anak disabilitas untuk bisa berinteraksi dalam kehidupan sosial masyarakat, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang inklusi untuk anak disabilitas dengan menumbuhkan kesadaran peduli disabilitas pada masyarakat khususnya generasi muda.

Pameran Hutan
Pameran Hutan pada Forest Festival mengenalkan pada anak disabilitas dan pengunjung tentang karya kriya yang dibuat oleh penyandang disabilitas, edukasi kesehatan dan pola asupan bergizi serta berbagai karya lukisan juga ditampilkan.

Dipilihnya Bumi Perkemahan Nagara Puntang, Jl. Gn. Puntang, Pasirmulya, Kec Banjaran yang merupakan Kawasan Wisata Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sehingga acara dapat dibuat secara alami dan menyenangkan bagi anak-anak disabilitas.

Anak-anak akan difasilitasi untuk melakukan kegiatan outbound, pentas seni, kreativitas pendidikan yang menyenangkan seperti mewarnai pot, menanam pohon, dan memfasilitasi anak-anak untuk bermain dengan didampingi oleh volunteer.

Sedangkan orangtua secara terpisah dapat mengikuti Parenting Class yang disajikan dengan interaktif layaknya outbond.

“Sebelumnya pada Sabtu, Tanggal 3 Desember, ada kegiatan pembekalan Inklusif Education bagi Volunteer atau kakak pendamping di Villa Pesona Alam sekaligus mengetahui siapa yang akan didampingi nanti,” jelas Yuni.

Belajar dan Bermain
Belajar dan Bermain bersama di alam terbuka dengan didampingi kakak pendamping atau volunteer menjadikan anak disabilitas mengetahui alam dan linkungan yang harus dijaga kelestariannya.

Bermain Sambil Mengenalkan Alam dan Lingkungan
Kegiatan Forest Festival dibagi menjadi 3 yakni Parenting School yang diisi oleh Pusat Inovasi Psikologi Unpad kemudian oleh Klinik Sahabat Bunda yang memberikan materi tentang Tumbuh kembang Anak.

Kedua adalah kegiatan Pameran Hutan, yakni mengenalkan kesehatan pada anak khususnya gigi, selain itu ada PKU.id, Widyatama, Special kid, Kreatifitas Bisnis dan lain-lain yang bersedia berkolaborasi yang tujuannya adalah mengenalkan pendidikan inklusi dan juga karya-karya anak disabilitas yang tidak hanya yang dibina oleh Bumi Disabilitas, namun ada juga karya anak disabilitas dari Kota Bandung dan lainnya.

Pada lokasi ketiga, merupakan learning activities dengan mengenalkan kesenian pantomin, mengenalkan permainan anak tradisional, dan musik yang semuanya dapat dijadikan terapi bagi anak disabilitas yang diwadahi oleh alam terbuka ini.

“Anak-anak juga diajarkan cara menanam pohon yakni menjadi little farmer yang berkolaborasi dengan Barudak Ataneun, selanjutnya ada edukasi buat anak-anak untuk Kesehatan Gigi Anak dari Divizast Dental Care yang materinya dibawakan oleh drg. Novita.

Karya Kriya Pameran Hutan
Karya Kriya anak disabilitas yang dipamerkan pada Pameran Hutan pada Forest Festival memperingati Hari Disabilitas 2022 di Bumi Perkemahan Nagara Puntang, Minggu 4/12/2022.

Nature Art Play juga ada, lanjut Yuni, yakni anak-anak disabilitas diajarkan membuat Karya Kriya yang berasal dari rumput atau daun yang sudah mengering. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian pengenalan pada anak tentang perubahan iklim, mengenalkan pemanfaatan barang bekas untuk menjadi barang yang bernilai tambah atau eco friendly dan menyayangi lingkungan.

“Keseruan pada Forest Festival ini dengan hadirnya Volunteer yang berkolaborasi, ada 75 orang dan anak-anak disabilitas juga 75 anak sedangkan panitia pendukung sekitar 25 orang dari mulai persiapan hingga nanti acara usai,” jelas Yuni.

“Pada tahun 2018 jumlah Volunteer hinga 200 orang, setiap Bumi Disabilitas membuka lowongan Volunteer sebelum 24 jam sudah full. Jadi bila kita merekrut banyak bisa saja, tapi ada kendala pada SDM dan Dana,” kata Yuni.

Bumi Disabilitas saat ini juga sudah menjadi wadah Sahabat Disabilitas Center untuk Tumbuh Kembang Anak dengan Alam sebagai Media Terapi. Sebagai wadah konsultasi bagi orang tua yang memiliki anak disabilitas agar mendapatkan edukasi mengenai kesehatan baik ibu dan anaknya.

Forest Festival
Orang tua pun mendapatkan Parenting Class di Forest Festival dengan materi Tumbuh Kembang Anak. Tampak salah satu orang tua mendapatkan layanan kesehatan sebelum mengikuti kelas.

Pada dasarnya kegiatan Forest Festival ini untuk mengenalkan pendidikan inklusif kepada masyarakat yang melibatkan disabilitas dalam kehidupan sosial mayarakat supaya Indonesia dan dunia yang sedang mengkampanyekan pendidikan inklusi yang merupakan salah satu cara meskipun dengan langkah kecil namun mempunyai tujuan bahwa menjadikan bumi yang ramah pada anak disabilitas, lanjut Yuni.

Bumi Disabilitas sebagai komunitas sosial sudah mendapatkan beberapa penghargaan dari Kementerian dan Gubernur Jawa Barat sebagai salah satu senter atau pusat untk anak-anak disabilitas. Karena belum ada yang berangkat dari komunitas, ada juga seperti SLB, komunitas yang kampanye tentang digital melalui online, namun Bumi Disabilitas langsung bersama anak-anak disabilitas yang sebelumnya terstigma dengan kondisi di pasung, dikucilkan oleh tetangga, sehingga kita mencoba melawan stigma tersebut.

Stigma anak disabilitas yang tidak masuk dalam kartu keluarga, bahkan tidak punya akte kelahiran seperti dihilangkan haknya sebagai warga negara Indonesia, jadi sudah diperlakukan tidak dengan manusiawi.

Forest Festival 2022
Pameran Hutan menampilkan edukasi pada anak disabilitas dan pengunjung untuk mengkonsumsi buah-buahan sebagai asupan bergisi untuk tumbuh kembang anak.

“Maka dari itu dengan mengangkat dan melawan stigma negatif tersebut agar orang tua juga teredukasi serta terbuka dan anak-anak pun bisa jadi anak yang bisa mandiri kedepannya,” ujar Yuni.

Bumi Disabilitas juga memiliki UKM Disabilitas sebagai wadah anak-anak disabilitas yang kita bina dalam kelas inklusif entrepreneurship mentoring, selain itu Bumi Disabilitas juga melakukan pendekatan kepada Dinas Tenaga Kerja, agar supaya memberi akses pada perusahaan untuk menggunaan tenaga kerjanya dari anak disabilitas.

“Anak-anak disabilitas bukan sekedar anak cacat, tapi mereka juga bisa mandiri dan mempunyai masa depan. Mereka tidak untuk dirumahkan atau dianggap sebagai anak kutukan, kesempatan yang sama menjadi hak nya juga bahkan dari anak disabilitas ada yang bisa jadi model catwalk, foto model, designer, aktor maupun artis bahkan ada yang sukses buka usaha Kopi Tuli,” pungkas Yuni Widiawati.

Foto Bersama di Forest Festival 2022
Foto bersama kakak pendamping dan volunteer dalam suasana suka cita di Forest Festival dalam rangka memperingati Hari Disabilitas 2022 di Bui Perkemahan Nagara Puntang

Mendambakan Menjadi Volunteer
Salah seorang volunteer, Siti Nurmalasari berprofesi sebagai guru salah satu TK di Banjaran mengatakan,” Hari ini menjadi pengalaman yang tidak bisa terlupakan, ikut terlibat sebagai volunteer dalam kegiatan Word Disability Day yang diselenggarakan oleh komunitas sosial Bumi Disabilitas di area Bumi Perkemahan Nagara Puntang”.

Keinginan menjadi volunteer ada sejak tahun 2019 lalu, namun dikarenakan suatu kendala yang bersifat pribadi sehingga urunglah niatan untuk mengetahui dunia anak disabilitas sementara waktu tertunda.

Waktu bergulir hingga datang pandemi Covid-19, sehingga kegiatan diluar ruangan juga mengalami adaptasi, namun tidak menyurutkan keinginan menjadi volunteer. Karena Neng Siti sapaan Siti Nurmalasari mengikuti aktifitas di media sosial Bumi Disabilitas masih juga mempunyai kegiatan secara internal seperti membagikan masker, membagikan asupan bergizi, visit home pada anak disabilitas binaan komunitas Bumi Disabilitas.

Hingga waktunya pada Bulan Oktober 2022 dapat info dari teman sedang membuka panitia untuk kegiatan World Disability Day (WDD) Bumi Disabilitas dengan persyaratan mengirimkan CV dan beberapa persyaratan lainnya, lanjut Neng Siti.

Forest Festival 2022
Hadirnya badut gajah dan singa menambah kemeriahan Forest Festival yang digelar oleh komunitas sosial Bumi Disabilitas, Minggu, 4/12/2022 di Bumi Perkemahan Nagara Puntang.

“Saat itu, merasa was-was karena takut tidak bisa memenuhi kriteria yang dicari sebagai volunteer Bumi Disabilitas dan Alhamdulillah setelah seminggu menunggu akhirnya ada pemberitahuan bahwa Neng Siti resmi menjadi panitia WDD Bumi Disabilitas dengan tanggung jawab sebagai Koordinator Humas,” ungkap Neng Siti.

Saya kagum pada orang tua adik-adik Disabilitas dan rekan volunteer pendamping yang membantu mendukung acara Forest Festival – World Disability Day 2022 sampai selesai, karena mereka memberikan yang terbaik.

Sesama volunteer meskipun sebagian besar dari mahasiswi atau memiliki profesi lain, mereka saling memotivasi, saling memberi edukasi agar lebih peduli pada anak-anak Disabilitas yang tidak ada sama sekali pertalian darah.

Memang tidak mudah membangun budaya masyarakat inklusif agar penyandang disabilitas mempunyai kehidupan setara, langkah kecil Neng Siti ini menjadi lebih tahu bahwa anak disabilitas juga perlu ruang untuk berkarya dan memiliki hak untuk tumbuh kembang yang baik di lingkungan yang baik pula.

Forest Festival
Hiburan musik dan lagu juga menjadi sarana terapi bagi anak disabilitas ditampilkan saat acara Forest Festival.

“Saya bangga dengan rekan-rekan volunteer dan khususnya pada orang-orang yang peduli terhadap anak-anak Disabilitas meski dalam kegiatan WDD menghadapi kesulitan dana, tidak menyurutkan dengan kasih dan sayang mendampingi selama kegiatan, layaknya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,” ujar Neng Siti.

“Jangan pernah lelah untuk menjadikan kegiatan ini rutin dalam tiap tahunnya dan anak-anak Disabilitas teruslah berjuang hingga mandiri, karena percayalah proses tidak akan mengkhianati hasil. Jadikan komunitas Bumi Disabilitas sebagai motivasi untuk meningkatkan kecerdasan banyak anak-anak dan kepercayaan diri anak,” pungkas Neng Siti Nurmalasari.

Turut hadir dan sebagai volunteer, drg. Novita dari Divizast Dental Care mengatakan,” Sebagai dokter gigi anak kadang saya memiliki aktifitas sebagai volunteer di SLB, suatu saat mengadakan bakti sosial secara online untuk orang tua anak disabilitas dan ketemulah Bumi Disabilitas di media sosial”.

Forest Festival, Ranti
Ranti, pemilik RD Collection menampilkan karya baju terbaru untuk anak disabilitas di Ferest Festival menjadi role model kemandirian anak disabilitas, Minggu, 4/12/2022.

Saat momen memperingati Hari Disabilitas ternyata nyambung juga bakti sosialnya maka dari itu terjadilah kolaborasi ini dengan langsung bertemu adik-adik disabilitas di Nagara Puntang.

Ada beberapa evaluasi saat memberikan edukasi kepada adik-adik disabilitas saat di ruang terbuka seperti ini, yakni seperti keterbatasan signal internet. Tapi alhamdulillah, dengan peralatan yang ada, edukasi kesehatan gigi dapat disampaikan dengan cara metode adaptasi menggunakan peralatan praktikum yang sudah dipersiapkan.

“Alhamdulillah, materi tentang kesehatan gigi khususnya teknik sikat gigi dapat diserap oleh adik-adik disabilitas meskipun melalui kakak-kakak pendampingnya dalam menterjemahkannya,” ujar drg. Novita.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan