CFD Buah Batu Dibuka 13 November 2022

CFD Buah Batu

Bandung Side, Buah Batu Regency – CFD Buah Batu segera dibuka kembali sebagai tempat olah raga dan kegiatan positif pada Hari Minggu, Tanggal 13 November 2022.

Lokasi Car Free Day (CFD) Buah Batu digelar kembali dari simpang jalan Ahmad Dahlan hingga Simpang jalan Buah Batu yang dimulai pukul 06.00 – 10.00 tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Komunitas Buah Batu Corps (BBC), Bagus Machdiantoro.

Bagus Machdiantoro yang juga Ketua Panitia Pelaksana CFD Buah Batu membawa berita gembira sesudah diundang rapat Persiapan Car Free Day Buah Batu oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung, Kamis, 3/11/2022 di Terminal Leuwi Panjang pagi tadi.

“Alhamdulillah rapat persiapan Car Free Day Buah Batu menghasilkan beberapa poin yang harus dilaksanakan sebelum di buka kembali pada Hari Minggu Tanggal 13 November 2022,” ungkap Bagus Machdiantoro.

Rapat persiapan CFD Buah Batu dihadiri langsung oleh Kepala Dishub Kota Bandung, Dadang Darmawan yang didampingi oleh Kepala Bidangnya, Lurah Lengkong, Cijagra, Burangrang dan Lurah Turangga, Manteri Polisi (MP) Kecamatan Lengkong, Polsek Lengkong dan Koramil Regol.

CFD Buah Batu
Suasana Rapat Persiapan dibukanya kembali Car Free Day Buah Batu

“Dalam rapat persiapan CFD Buah Batu materi yang dibahas harusnya dipenuhi beberapa kebutuhan seperti Ambulance, tempat cuci tangan, damkar dan pengelolahan sampah agar berkoordinasi dengan DLHK Kota Badung,” jelas Bagus.

Bagus menambahkan bahwa CFD Buah Batu yang nantinya akan dibuka kembali pada 13 November 2022 dengan aturan yang sudah disepakati saat berkegiatan tidak boleh menggunakan badan jalan, kegiatan UMKM kuliner dapat menempati trotoar.

Selain itu, kegiatan UMKM kuliner di Car Free Day tidak boleh menutup pintu akses keluar-masuk pemilik rumah dan penertiban titik parkir kendaraan bermotor.

“Usai 2 tahun kegiatan CFD Buah Batu oleh Panitia Pelaksana memberhentikan sementara dan saat ini Kota Bandung sudah mulai bergairah menggeliat perekonomiannya, selain itu Pandemi Covid-19 juga dapat dikendalikan, maka kami pun berproses untuk dapatnya dibuka kembali,” ujar Bagus bersemangat.

Panitia Pelaksana melakukan proses pengajuan surat untuk dibuka kembali hingga 4 kali ke instansi terkait dan hingga terakhir kemaren pada Selasa, 1 November 2022, Satgas Covid Kota Bandung belum mengijinkan dibuka dan kita menunggu.

Dan Alhamdulillah melalui mediasi PR FM kami duduk bareng bersama Kadishub juga pengamat lingkungan dari universitas juga merekomendasikan bahwa CFD harus dibuka kembali. Bahkan ada respon positif juga dari Ketua DPRD Kota Bandung menghimbau kepada dinas terkait agar segera dibuka kembali.

“Persyaratan yang diminta oleh Walikota Bandung, Yana Mulyana sudah dipersiapkan seperti Ambulance untuk dapatnya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan ambulance sudah ready karena Komunitas BBC sudah memiliki ambulance, tim kesehatan P3K dari BBC juga sudah ada, kemungkinan kalau mobil damkar tidak standbay karena lokasinya sangat dekat dan BBC juga sudah memiliki APAR,” ujar Bagus memerinci persyaratan.

“Semua sudah siap dan ready, persiapan sudah matang dan hasil rapat tadi pagi akhirnya memutuskan yang semula akan dibuka tanggal 6 November, akhirnya ditetepkan tanggal 13 November 2022 dapat dibuka kembali,” ucap Bagus Machdiantoro sumringah.

Tentunya masyarakat dan warga Kota Bandung akan gembira dengan dibukanya kembali CFD Buah Batu, kami berharap warga dan pelaku UMKM tidak euforia sehingga mengakibatkan membludaknya pengunjung.

Protokol kesehatan 5M juga akan kami terapkan, selain menggunakan masker yang sudah menjadi kebiasaan baru juga dipastikan warga maupun pelaku UMKM juga berbekal hand saniter secara pribadi.

“Selain perputaran uang yang lumayan besar dilokasi, ternyata pengunjung yang dari luar Kota Bandung ada yang sampai menginap di hotel sekitar area kegiatan, dan kondisinya selalu penuh hotel tersebut hanya ingin berolah raga di area CFD Buah Batu dan menikmati kuliner khas Jawa Barat,” ujar Bagus Machdiantoro yang selalu tidak tahan kalau lihat gerobak Lontong Kari Mang Syarip saat mangkal di CFD Buah Batu.

“CFD Buah Batu yang sudah berjalan 9 tahun saat sebelum pandami Covid-19 pernah mendapatkan apresiasi dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil bahwa CFD yang paling tertib dan paling baik, karena dikelola dengan baik pula oleh Komunitas BBC dan tidak ada pungli,” tegas Bagus Machdiantoro.

Cikal Bakal Car Free Day Buah Batu
Cikal bakal CFD Buah Batu yang merupakan inisiasi pribadi Bagus Machdiantoro, yang memang sebelumnya CFD Dago sudah ada terlebih dahulu. Tentunya sebagai warga jalan Buah Batu ingin CFD juga digelar di jalan Buah Batu.

“Ide tersebut saya sampaikan kepada Ketua Umum Buah Batu Corps yang pada waktu itu dipimpin oleh Almarhum Imam Hermanto saat ada kegiatan penghijauan di Kabupaten Indramayu pada tahun 2011,” kata Bagus.

Saat ramah tamah di Hotel Handayani, Indramayu ide kegiatan CFD di Buah Batu mendapatkan respon baik dari Pak Iman Hermanto yang selanjutnya memberikan tugas pada saya; Haji Arifin Marahayu, Sekjen dan Asep Riyadi, Wakil Sekjen untuk mengurus perijinan CFD, lanjut Bagus.

Selanjutnya saya mengurus perijinan kebebberapa instansi pemerintah seperti Dishub Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, Polrestabes dan Walikota.

Alhamdulillah Walikota Bandungyang waktu itu dipimpin oleh Dada Rosada mengapresiasi kegiatan tersebut dan segera mungkin mengumpulkan dinas terkait membahas dan membicarakan wacana adanya Car Free Day di Buah Batu.

Melalui proses yang sedikit panjang untuk memenuhi persyarata-persyaratan di berlakukan oleh Pemerintah Kota Bandung diantaranya, surat memberi ijin dari rumah yang ditempati kegiatan CFD dari mulai simpang jalan Ahmad Dahlan hingga Simpang jalan Buah Batu hingga ijin pada Ketua RT maupun RW pada lokasi CFD Buah Batu.

Setelah lengkap semua persyaratan, Alhamdulillah CFD Buah Batu dapat dibuka pada tahun 2011 juga dengan biaya mandiri dari komunitas Buah Batu Corps artiya tidang menggunakan dana dari anggaran pemerintahan Kota Bandung.

“Selama 3 tahun, Komunitas BBC mengeluarkan biaya sekitar 15 juta tiap minggunya untuk pengeluaran kebersihan sampah, keamanan, membuka dan menutup jalan serta pengeluaran lainnya secara teknis,” terang Bagus.

Memang CFD Buah Batu memerlukan biaya tinggi saat itu, namun alhamdulillahnya ada partisipasi dari pedagang yang kebanyakan adalah UMKM memberi sumbangan seikhlasnya antara 2.000 sampai 10.000 sehingga dapat terhimpun dan dapat mengurangi anggara pengeluaran.

Awalnya terkumpul uang sumbangan dari pedagang dari 900 ribu, kemudian bertambah jadi 1,5 juta hingga 2 juta tiap minggunya.

Adanya kegiatan senam yang harus membayar instrukturnya, penggunaan listrik, konsumsi untuk satgas, membayar tenaga kebersihan dan juga ada hiburan panggung.

“Alhamdulillah CFD Buah Batu berjalan hingga 9 tahun, yang mempunyai tujuan diantaranya mensosialisasikan pola hidup sehat dengan cara berolahraga, tidak menggunakan kendaraan bermotor maka asap knalpot dapat mengurangi polusi gas emisi yang beracun, sebagai ajang silahturahmi warga maupun komunitas,” jelas Bagus Machdiantoro.

Sebagai tempat sarana berolahraga pada hari Minggu, CFD Buah Batu ternyata bukan hanya didatangi oleh warga sekitar jalan Buah Batu dan sekitarnya saja, ada juga warga diluar kecamatan bahkan dari luar kota pun datang untuk berolahraga di Car Free Day.

“Setelah berolahraga, tentunya pengunjung akan merasakan kelelahan, maka mereka akan makan dan minum sambil beristirahat atau cuci mata dengan melihat pameran yang oleh pedagang tawarkan,” kata Bagus.

Kehadiran CFD Buah Batu juga memiliki tujuan untuk membangkitkan perekonomian warga yang kebetulan para pedagang yang berjualan adalah pelaku UMKM sekitar area yang secara kontinu berjualan seminggu sekali dalam mengais rejeki.

“Perputaran uang dilokasi CFD Buah Batu lumayan besar, pernah saya tanya ke penjual lontong kari memiliki omset kotor sebesar 1 juta dalam sekian jam dibukanya Car Free Day. Padahal pelaku usaha kuliner terhimpun hingga 400 pedagang hingga tahun 2020 waktu itu,” jelas Bagus Machdiantoro.

Datanglah tamu tak diundang yaitu Pandemi Covid-19, maka Panitia Pelaksana Car Free Day Buah Batu berinisiatif memberhentikan sementara kegiatan Car Free Day, bukan diberhentikan, tambah Bagus.

Kami selaku Panitia Pelaksana Car Free Day Buah Batu akan selalu mengevaluasi sesuai arahan Walikota Bandung, Bapak Yana Mulyana dan Satgas Covid-19. Setiap ada perkembangan dalam pelaksanaannya semoga menjadi manfaat bagi pengunjung dan pelaku UMKM.

Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk bisa bekerjasama dengan pihak lain, baik sponsor maupun kegiatan sosialisasi program pemerintah Kota Bandung juga bagi yang akan melakukan kegiatan sosial di lokasi dengan tangan terbuka kami bisa bekerjasama.

“Apalagi potensi pelaku UMKM yang besar jumlahnya tentunya masih membutuhkan pembinaan dari sektor perbankan maupun dari sektor investasi untuk dapat mandiri dan naik kelas, seperti yang dialami seorang Ibu pedagang kerajinan kaca sampai mendapatkan orderan dari luar negeri yang berawal dari berdagang di Car Free Day Buah Batu,” pungkas Bagus Machdiantoro.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan