AeroPress Championship Aktivitas Kreatif #MengopikanIndonesia di Otten Caffee

AeroPress Championship

Bandung Side, Pasir Kaliki – AeroPress Championship 2022 ajang kompetisi barista yang ditunggu-tunggu kembali digelar untuk Regional Bandung di Otten Coffee jl. Pasir Kaliki No. 178 Bandung dari tanggal 6 – 9 Oktober 2022 dalam rangkaian kegiatan “”.

Otten Coffee Bandung, menjadi bagian dari ruang tempat banyak ide guna menjadi titik temu sebagai penyelenggara kegiatan bertajuk Jelajah Kopi Indonesia, menjadi kota kedua dalam serangkaian perayaan kopi untuk siapa saja yang ingin ‘pulang dalam semangat kopi’.

Serangkaian aktivitas kreatif tentang kopi dan ekosistemnya bertujuan #MengopikanIndonesia diantaranya aneka workshop dari Ottentivity antara lain Membuat Dompet Dari Ampas Kopi, Manual Brew V60 Workshop, Latte Art Workshop, Tea Blending, Cerdas Cermat, Lomba Desain, sampai acara hiburan Magic Show, Stand Up Comedy, dan juga Live Musik.

“Bagi yang mencari kebutuhan kopi rumahan seperti mesin kopi, alat kopi, atau pun biji kopi, juga bisa menikmati diskon hingga 40% dan tambahan 10% dengan menggunakan kartu BCA. Ditambah lagi, tersedia program Cicilan 0% untuk 3, 6, dan 12 bulan, ujar Shinta salah satu panitia penyelenggara.

“Bersama dengan para pendukung dan pengunjung, satu harapan besar dari Otten Coffee dalam Jelajah Kopi Indonesia Bandung yang berlangsung dari 6-9 Oktober 2022 adalah kita dapat bersama-sama #MengopikanIndonesia, Salam Kopi !” pungkas Shinta.

AEROPRESS CHAMPIONSHIP
Indonesia AeroPress Championship 2022 didalam rangkaian Jelajah Kopi Indonesia guna #Mengopikan Indonesia

Bandung Side sempat mengobrol dengan salah seorang pengunjung Indonesia AeroPress Championship 2022 di Otten Coffee sebut saja Selvy dari Bandung sangat senang dengan adanya kompetisi barista ini.

“Sangat layak Bandung sebagai tempat kompetisi Indonesia AeroPress Championship 2022, dipastikan pesertanya akan banyak, bahkan dari luar Bandung pun sepertinya ada,” kata Selvy, Sabtu 8/10/2022.

Barista yang mengikuti kompetisi ini sangat beragam, ada beberapa teman komunitas Barista yang saya kenal, dari pemilik sebuah cafe hingga pekerja lepas, tambah Selvy.

” Masyarakat sudah mulai melek kopi, sebuah komoditas mulia memiliki perjalan panjang hingga menghasilkan jenis Arabika dan Robusta yang berkualitas bila ditanam di Indonesia,” ucap Selvy.

Kopi Indonesia itu menarik karena rasanya sangat beragam menyesuaikan kondisi tanah dimana ditanam, banyak varietas yang disebut sebagai single origin yakni kopi tumbuh di tempat tertentu yang ketika dipindah ke tempat lain dia tidak akan sesuai, tambah Selvy.

Kopi Indonesia juga unik terkait lokasi tanamnya, kita tinggal di Indonesia dengan kondisi negara kepulauan. Tidak ada negara penanam kopi lainnya yang memiliki kepulauan, bahkan lokasi Brazil dan Kolombia itu saja di sebuah benua.

Selain itu, Indonesia berada di garis khatulistiwa. Efek perubahan iklim tidak seberat daripada negara benua dibandingkan dengan negara yang persis di garis katulistiwa.

Dan yang terpenting, Kopi Indonesia selalu enak karena negara kita merupakan ring of fire atau banyaknya gunung merapi aktif. Jadi bila meletus, kandungan dalam tanah yang dikeluarkan menjadi pupuk alami bagi tanaman kopi.

“Bila kita berpikir tentang struktur hulu kopi dengan keuntungan geografis tersebut membuat kita tergugah bahwa tidak sekadar tentang produktivitasnya tetapi juga kelestarian, kesinambungan dan keberpihakan kepada petani,” ujar Selvy menjadi akrab saat ngobrol tentang kopi.

Budaya “ngopi” di Indonesia jangan hanya sekedar sebatas “nyruput” saja. Hendaknya kita juga menghormati alam yang sudah berbaik hati memberi kopi terbaik. Hanya kopi yang berkualitas yang layak di konsumsi dan diekspor.

“Mungkin dengan story telling yang baik dapat secara tidak langsung mempromosikan kopi hingga ke dunia, begitu juga dengan kelestarian alamnya dapat seimbang karena ada tanaman kopi disana,” ucap Selvy sambil menyeruput cangkir kopi nya.

AEROPRESS CHAMPIONSHIP
Semangat #MengopikanIndonesia dalam kompetisi INDONESIA AERO CHAMPIONSHIP 2022 dalam rangkaian kegiatan Jelajah Kopi Indonesia di Otten Coffee Bandung.

“Kompetisi AeroPress Championship ini juga bisa menjadi salah satu jawaban untuk kita bisa melek hingga meluas pada ekosistemnya yang berawal dari biji kopi,” pungkas Selvy.

Seperti bergayung sambut apa yang dikatakan Selvy mengalir seirama dengan apa yang diungkapkan oleh Eddy, Head of Operation and Commercial Otten Coffee Bandung.

“Otten Coffee hadir di Bandung juga menjadi ruang sosial bagi penikmat kopi, bahkan menjadi rumah kedua hingga menghasilkan banyak kisah dan cerita yang berawal dari “secangkir kopi”,” kata Eddy.

Terdapat dinamika budaya menikmati kopi baik dengan cara diseduh dapat menyegarkan stamina dan menguatkan konsentrasi yang menjadi bagian dari ritual spiritual maupun saat bekerja dan belajar hingga kebutuhan alat dan mesin pengelola kopi agar bisa menyeduh sendiri maupun untuk kebutuhan pelaku komercial, ternyata Otten Coffee menjadi bagian ekosistem dan menyediakan itu semua.

“Otten Coffe secara komersial menjadi pelengkap ekosistem kopi hingga tersaji pada cangkir memiliki tawaran luas pada pasar agar dapat mudah ditemui dari mulai offline dengan adanya cabang-cabang, juga pada format digital pada website atau secara online pada market place, menjadi tujuan #MengopikanIndonesia,” jelas Eddy.

Kebutuhan penikmat kopi secara individu maupun kebutuhan bagi pelaku komersial akan alat dan mesin, Otten Caffee menyediakan semua. Kopi dengan jumlah sekitar 520 brand dan menyediakan biji kopi single origin kurang lebih 100 varian, tambah Eddy.

“Belum lama ini, saat kita memperingati Hari Kopi Dunia pada tanggal 1 Oktober lalu, Indonesia melalui Otten Coffee sebagai roastery mendapatkan penghargaan biji kopi terbaik untuk kopi single origin terbaik untuk pour-over di “International Coffee Awards 2022″ yang diadakan di Melbourne, Australia,” kata Deddy.

Dengan mengirim kopi oringin Wanoja Kamojang Anaerobic Honey asal Jawa Barat tepatnya dari daerah Ibun Kamojang disangrai Light Roast, juri mengatakan bahwa kopi beraroma madu. Intensitas rasa ringan ke medium. Kesan rasa dark caramel, candied blood orange, tingkat keasaman medium, clean, menyegarkan, sedikit membuat bersemangat. Tingkat body ringan ke medium, tipis dan halus. Kombinasi acidity dan sweetness baik. Keseimbangan rasa baik. Aftertaste menyenangkan yang cukup panjang.

“Nah…Buktikan sendiri, jumpai di Otten Coffee dan temukan seduhan kopi Wanoja Kamojang Anaerobic terbaikmu dengan biji kopi kualitas dunia. Jangan lewatkan Jelajah Kopi Indonesia yang didalam kegiatannya ada kompetisi Barista, Indonesia AeroPress Championship 2022,” pungkas Eddy.

Yohannes Junarto
Pemenang Juara I Indonesia AeroPress Championship 2022, Yohannes Junarto.

Rani Kartika selaku Head Produc Area, Otten Coffee dan Rico Damona Usman dari Lampung mewakili anggota dewan juri Indonesia Aeropress Championship 2022 Regional Bandung menyempatkan wawancara bersama Bandung Side.

Penilaian dari seni Cupping Coffee, yakni Seni Uji Kualitas Kopi dari cita rasa yang dihasilkan barista saat menyeduh kopi dengan alat Aeropress yang ditemukan oleh pensiunan instruktur teknik Universitas Stanford, Alan Adler menjadi dasarnya.

“Penjurian sesuai dengan standart Specialty Coffee Asociation (SCA) dengan mengunci clarity yakni kejelasan rasa kopi, body, after taste yang tertinggal, rasa asam pada kopi apakah keluar, yang terpenting keseimbangan atau balance semua atribut kopi,” ungkap Rani Kartika.

“Sangat dilarang seorang juri dalam penilaian pada kompetisi sesuai selera kopi yang diinginkan, sangat fatal bila mengikuti selera peserta kopi yang dihasilkan,” sambung Rico Damona Usman.

“Bahkan penilaian juga pada kopi yang disajikan apakah mengalami perubahan rasa saat kondisi panas, hangat dan dingin,” lanjut Rico.

“Dalam penjurian yang diikuti oleh 162 peserta dari Palembang, Lampung, Bali, Medan, Yogyakarta dan lainnya, khususnya peserta barista dari Bandung kurang lebih 25% nya, membutuhkan persiapan fisik yang prima dan idependensi yang dipertaruhkan pada secangkir kopi,” kata Rina Kartika dengan sumringah.

Keseruan Indonesia Aeropress Championship 2022 Regional Bandung tidak menghalangi semangat peserta untuk melanjutkan tahapan demi tahapan meskipun Bandung diguyur hujan deras dalam 3 hari selama kompetisi.

“Kompetisi tingkat dunia AeroPress Championship ini paling ditunggu-tunggu oleh barista dibandingkan kompetisi yang lain, jadi tidak heran meskipun tertunda dikarena pandemi Covid-19 peserta dari Indonesia yang terbagi menjadi 3 lokasi regional yakni Medan, Bandung dan Jakarta dipastikan ketat sekali persaingannya,” ujar Rico Damona.

Kerja keras panitia Regional Bandung dan juri Indonesia AeroPress Championship 2022 menetapkan yang berhak sebagai juara adalah 1st: Yohannes Junarto, 2nd: Basori Firdaus dan 3rd: Elvan Agung.

Dan yang dikirim untuk final nasional adalah Yohannes Junarto yang bertemu dengan pemenang dari Regional Medan dan Regional Jakarta pada tanggal 21 dan 22 Oktober 2022 nanti.

Final Nasional di Jakarta pada kompetisi Indonesia AeroPress Championship 2022 akan terpilih satu pemenang pertama dan lanjut ke World AeroPress Championship di Vancouver, Canada.***

loading...
Facebook Comments

Tinggalkan Balasan