Konten Menarik Ambil Hal Positif dari Media Sosial

Konten

Bandung Side, Kabupaten Indramayu – Konten apa yang sebenarnya membuat kita tertarik dengan media sosial sehingga bisa berlama-lama asik menikmati segala yang ada di media sosial.

Itu juga mengapa kita bisa lupa waktu hanya scroll media sosial atau berkomentar tanpa memperhatikan konten yang dibaca.

Psikolog Laura Ajawaila, mengatakan sebab media sosial mampu memberikan dampak positif yang menyenangkan. Tentu sebenarnya, hal positif itu hadir tergantung dari bijaknya kita mengakses media sosial.

Hal positif dari media sosial ialah koneksi karena kita adalah makhluk sosial jadi penting sekali melakukan interaksi sosial. Ada kebutuhan untuk berinteraksi sosial, maka media sosial ini sangat memudahkan manusia melakukan interaksi sosial dengan manusia lainnya.

Bahkan untuk berinteraksi tidak perlu jarak dekat dengan media sosial mendekatkan yang jauh. Tidak ada lagi batas geografis waktu jarak semua bisa terhubung melalui media sosial.

Sebenarnya internet secara umum bukan hanya media sosial itu membantu kita untuk memenuhi konsumsi dalam berbagai hal. Berupa informasi, update informasi yang dibutuhkan kita itu beragam mulai dari ekonomi, kesehatan mental, gaya hidup dan lain-lain.

“Kita juga bisa mengakses hiburan setelah lelah bekerja atau belajar dan juga kita bisa belajar hal-hal baru dan juga pastinya kita bisa berbelanja. Bukan hanya menjadi konsumen, media sosial juga dapat menjadikan produsen,” kata Laura Ajawaila.

“Bagi beberapa orang ada yang menggunakan media sosial itu untuk berkreasi menciptakan menghasilkan sesuatu atau produktif,” jelas Laura Ajawaila saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (30/8/2021).

Misalnya membuat konten yang menarik dan sesuai dengan hobi mereka, konten edukasi, gaya hidup dan sebagainya.

Kreasi untuk promosi juga bisa dilakukan sebab kini akibat pandemi masyarakat menjadi menggunakan media sosial untuk mencari penghasilan tambahan sehingga konten di media sosial juga seputar produk yang mereka ingin mempromosikan.
Kreasi di dapur menyajikan masakan lalu kita foto hasilnya kemudian promosikan di media sosial.

“Di media sosial juga membuat seseorang lebih bebas berekspresi, tapi tentu sesuai dengan etika dan aturan yang berlaku. Tidak jarang kita temui ada orang yang di keseharian pendiem tapi di media sosial ramai,” ujar Laura.

“Jadi orang mampu lebih terbuka dan mengeluarkan yang terpendam di media sosial. Ini tidak masalah asal harus tetap sadar etika digital,” ungkap Laura Ajawaila.

Hal yang baik atau positif memang tergantung dari konten yang dibuat. Termasuk konten yang sesuai dengan berita kebenarannya. Kita harus pastikan dulu informasi yang kita sampaikan fakta dan juga kita harus menjaga menyatakan sumber referensi atau terinspirasi dari siapa.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (30/8/2021) juga menghadirkan pembicara Hani Fibianti (Founder Molecula), Erri Gandjar (General Affair Director Radio Oz Bali), Muhammad Ayip Faturohman (RTIK Kota Cirebon), dan Shinta Putri sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan