Majalaya Semakin Indah, Bila Warganya Peduli Tangani Sampah

Bandung Side, Majalaya – Majalaya semakin indah, begitu yang terlontar Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Desa Padamulya, Serka Kurniadi saat menyelesaikan lukisan mural di lokasi Wisata Air Sungai Cicakembang, Kamis (26/3/2020).

“Wisata Air Sungai Cicakembang yang letaknya diantara Kampung Pelangi dan Kampung Sukahaji, Desa Padamulya dilalui oleh Sungai Cicakembang semula hanya sebagai tempat lalu-lalang warganya dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Dengan melalui jembatan penghubung dua kampung tersebut seakan tidak terhiraukan keberadaannya, bahkan warga kedua kampung tersebut dengan mudahnya melemparkan sampah rumah tangganya di Sungai Cicakembang yang terbuka,”kata Serka Kurniadi.

Majalaya Semakin Indah

Dengan menjadikan Ikon Wisata Air dan menghiasi lukisan mural, tambah Serka Kurniadi, kami Satgas Sektor 4 berusaha menyampaikan pesan kepada masyarakat agar mencintai Sungai Cicakembang dan menjaga kebersihan. Cara kami yang cenderung telaten agar masyarakat merubah cara berfikirnya dalam memperlakukan sampah yang berasal dari rumah tangga, akan mengakibatkan banjir bila dibuang disungai.

“Dengan merubah stigmah atau anggapan bahwa Majalaya sebagai Kota Banjir, Ngeri…Majalaya Banjir, Majalaya Mencekam….dan lain-lain yang menjadi headline judul berita dibeberapa media online, sekarang masyarakat harus merubah cara berfikirnya bahwa Majalaya bisa menjadi Indah bila sampah rumah tangga dikelola dengan baik, menjadi sumber energi bukan menjadi sesuatu yang tidak berguna,”jelas Serka Kurniadi.

Menurut Serka Kurniadi, sampah bisa jadi pupuk organik, bisa jadi barang yang menghasilkan uang yang berasal dari botol bekas air kemasan, bungkus cangkang kopi bahkan dari styrofoam pun bisa dimanfaatkan menjadi barang ekonomis menghasilkan uang dari pada dibuang disungai.

Wargapun memanfaatkan foto selfi di area Wisata Air Sungai Cicakembang, Kamis (26/3/2020).

Merubah cara berfikir dan kemauan kuat untuk Majalaya yang lebih baik bukan menggantungkan dari bantuan pemerintah atau pihak pabrik yang memberi sumbangan, tapi berasal dari kemauan kuat warganya sendiri secara swadaya dan mencintai lingkungan sekitarnya. “Bila lingkungan sekitar rumahnya kumuh dengan sampah masa bisa betah tinggal disitu, mana rasa mencintai Majalaya bila penuh dengan sampah dan banjir yang selalu ada ditiap tahunnya. Musim hujan banjir, karena dimusim kemarau sampah ada dimana-mana dan menghambat saluran sungai. Setiap tahunnya warga Majalaya melakukan hal-hal yang tidak produktif dan mengalami bencana yang diakibatkan dari perilakunya sendiri,”tegas Serka Kurniadi.

“Maka dari itu, dengan adanya ikon Wisata Air Sungai Cicakembang dan lukisan mural menjadikan indahnya lokasi yang tak terhiraukan sebelumnya, berharap banyak kepada warga Majalaya agar bisa dengan dewasa mencintai Majalaya yang berawal dari “Tidak Membuang Sampah di Sungai”,”pungkas Serka Kurniadi.***

Facebook Comments

Leave a Reply